Product Manager Fintech p2p lending Indodana Timothy Prawiromaruto. (FOTO: dok Indodana)
Product Manager Fintech p2p lending Indodana Timothy Prawiromaruto. (FOTO: dok Indodana)

Kenali Keuntungan Pendanaan di Fintech Pinjaman

Ekonomi tips keuangan fintech
12 April 2019 19:37
PERKEMBANGAN perusahaan teknologi keuangan yang populer dengan nama financial technology (fintech) sedang marak di Tanah Air. Bukan saja karena jumlahnya yang kian bertambah, tetapi juga teknologi yang diterapkan oleh perusahaan fintech semakin canggih dan membuat semuanya kian efisien dengan akses online.
 
Berkat peran fintech, akses layanan produk keuangan seperti layanan pinjam-meminjam secara online lewat aplikasi semakin luas. Layanan fintech pinjaman juga semakin berkembang, tidak sekadar memberikan layanan pinjaman saja tetapi juga ada layanan pendanaan atau investasi.
 
Baca juga: OJK Sebut UU Fintech Memperjelas Aturan Main

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fintech P2P Lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menawarkan produk pendanaan, di mana masyarakat bisa turut serta menyetorkan sejumlah uang, yang kemudian uang tersebut disalurkan kepada para peminjam (borrower).
 
Lantas apa saja keuntungan pendanaan di fintech p2p lending dan cara memulainya? Berikut penjelasan dan tip dari Product Manager Fintech p2p lending Indodana Timothy Prawiromaruto.
 
Pendanaan modal terjangkau dengan untung maksimal
Siapa saja bisa jadi lender di p2p lending, sebab Anda tak perlu menunggu kaya raya untuk bisa memulai investasi. Di fintech p2p lending, modal investasi terjangkau, sehingga para pekerja yang belum berpenghasilan tinggi atau pekerja dengan gaji UMR pun bisa jadi lender dan turut memberikan pinjaman.
 
"Seperti pendanaan di Indodana. Pendanaan di fintech Indodana bisa dimulai dari Rp100 ribu saja dan imbal hasil yang didapatkan menguntungkan lender yakni hingga 20 persen per tahun," jelas dia.
 
Serba online, aman, dan praktis
Dia menjelaskan proses menjadi investor di P2P lending sangat mudah dan praktis. Hanya perlu smartphone dan koneksi internet sudah bisa jadi pemberi pinjaman di website atau aplikasi online P2P lending. Prosedur dan pemenuhan persyaratan semua dilakukan secara online, baik itu pengisian data pribadi sampai upload foto KTP dan dokumen pelengkap lainnya.
 
"Teknologi menjadi keunggulan Indodana, kami memanfaatkan kombinasi Teknologi AI (Artificial Intelligence) RoboInvest dan Big Data. Fintech Indodana telah terdaftar di OJK juga sudah memiliki ISO 27001, suatu sistem berstandar internasional guna memperkuat keamanan data nasabah peminjam maupun pemberi pinjaman dengan baik tanpa perlu khawatir datanya akan dicuri," ujar Timothy.
 
Risiko investasi terukur
Banyak orang masih ragu untuk investasi karena takut uangnya hilang atau terkena risiko dan merugi. Menyoal risiko dalam pendanaan di fintech, Timothy menjelaskan bahwa lender tak perlu khawatir menyalurkan uangnya di fintech p2p lending karena pendanaan memiliki risiko gagal bayar yang terukur berbeda dengan investasi pada pasar modal seperti saham dan reksa dana.
 
Di Indodana, perusahaan memanfaatkan teknologi guna memitigasi risiko dari para peminjam sehingga risiko gagal bayar bisa diminimalisir sekecil mungkin. Selain itu, pendanaan makin aman sebab ada asuransi dari Simasnet untuk pendanaan yang disetor oleh lender, di mana asuransi ini diberlakukan tanpa ada biaya tambahan dan akan tetap dikembalikan sebesar 95 persen apabila terjadi kasus peminjam mengalami gagal bayar.
 
"Tanpa perlu pengetahuan keuangan yang rumit, siapapun bisa mulai meminjamkan uang dan menerima imbal hasil dengan risiko minimal melalui Indodana," jelas Timothy.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif