Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo (tengah). ANTARA FOTO/Reno Esnir.
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo (tengah). ANTARA FOTO/Reno Esnir.

Pengunaan GWM Averaging Permudah Bank Kelola Likuiditas

Ekonomi giro wajib minimum
Eko Nordiansyah • 23 November 2016 19:47
medcom.id, Jakarta: Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menyambut baik rencana Bank Indonesia (BI) untuk menerapkan sistem Giro Wajib Minimum (GWM) averaging. Aturan ini akan memberi keleluasaan bank dalam mengelola likuiditas.
 
BI telah memperkenalkan penerapan GWM averaging pada Pertemuan Tahunan BI. Aturan yang bertujuan untuk memberi ruang fleksibilitas pengelolaan likuiditas bagi bank ini, rencananya akan mulai diterapkan pada semester II tahun depan.
 
"Dengan adanya GWM averaging ini, kebutuhan bank untuk cari dana harian itu tidak volatile. Enggak seperti sekarang ini harian dana itu volatile sekali," jelas Tiko ditemui di Plaza Mandiri, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca : GWM Averaging Akomodir Pengelolaan Likuiditas Perbankan
 
Dirinya menambahkan GWM averaging, yang ditetapkan selama dua minggu, cukup untuk bank mengelola likuiditasnya. Selama ini, kata dia, bank mengalami pengetatan likuiditas pada periode jelang Lebaran dan akhir tahun menjelang tahun baru.
 
"Di luar periode itu sebenarnya likuiditas longgar. Saya sih enggak terlalu khawatir, yang penting saat periode ketat itu, ada supply ke market melalui repo atau lending facility. Tapi kalau situasi di luar Lebaran dan akhir tahun, itu sih enggak ada isu," kata dia.
 
Tiko berharap aturan baru bank sentral akan membuat suku bunga dana bisa diturunkan. Apalagi selama ini beberapa bank masih menerapkan suku bunga deposito khusus sebesar 6,75 persen, bahkan ada beberapa di antaranya yang mencapai 7,25 hingga 7,5 persen.
 
"Jadi walaupun reverse repo-nya tidak bergerak, tapi pengelolaan likuiditas lebih baik, mungkin nanti capping bunganya bisa makin lama makin turun. Jadi memang sekarang dengan likuiditas yang lebih fleksibel, harapannnya jarak antara 7 day reverse repo rate sama time deposit rate makin lama makin mengecil," pungkasnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif