Ilustrasi. (FOTO: MTVN/Ardi Yudanto)
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/Ardi Yudanto)

Masyarakat Dibidik Bisa Merencanakan Keuangan & Menabung

Ekonomi ojk menabung
Eko Nordiansyah • 04 Mei 2017 18:41
medcom.id, Nusa Dua: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masyarakat saat ini harus lebih melek terhadap industri keuangan. Sebagai konsumen masyarakat bisa lebih berperan untuk mendorong produk dan layanan industri jasa keuangan yang lebih baik.
 
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan, ada dua sasaran yang ingin dicapai OJK untuk merubah kebiasaan konsumen. Hal ini dimaksudkan agar pemahaman konsumen terhadap industri keuangan.
 
"Kebiasaan untuk merencanakan keuangan dan kebiasaan untuk menabung. Itu otomatis mereka akan mengenali produk keuangan dengan yang cocok dengan kebutuhan perencanaan keuangan," kata Kusumaningtuti di Nusa Dua, Bali, Kamis 4 Mei 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Perencanaan Keuangan Investor Indonesia Masih Jangka Pendek
 
Dirinya menambahkan, upaya yang dilakukan OJK sejak berdiri 2013 itu sudah membuahkan hasil yang maksimal. Ini dapat dilihat dengan meningkatnya indeks literasi keuangan serta indeks inklusi keuangan di Indonesia.
 
"Survei kita untuk 2013 itu indeks literasi keuangan sebesar 21,8 persen dengan inklusi keuangan mencapai 59,7 persen. Sedangkan pada 2016 lalu, indeksnya mengalami kenaikan jadi 29,6 persen untuk literasi dan inklusi menjadi 67,8 persen," jelas dia.
 
Baca: Jokowi Ingin Budaya Menabung Masyarakat Meningkat
 
Titu berharap agar upaya meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan dapat terus dilanjutkan oleh Dewan Komisioner OJK. Mengingat OJK yang saat ini menjabat hanya menyisakan waktu hingga 23 Juli 2017. Dari calon yang ada, hanya Nurhaida yang berpotensi kembali menjabat sebagai anggota Dewan Komisioner OJK.
 
"Ini salah satu juga irisan dari action plan dari task force SNKI yang dikeluarkan dari Perpres. Ini melaksanakan hal seperti ini (seminar) adalah bagian dari strategi itu. Jadi siapapun yang pimpin di OJK mau tidak akan menjalankan apa yang sudah dicanangkan dan dilakukan di awal tahun ini," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif