Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait antisipasi virus Korona. Foto: Nur Azizah/Medcom.id
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait antisipasi virus Korona. Foto: Nur Azizah/Medcom.id

Indonesia Diminta Ambil Ceruk Ekspor Tiongkok

Ekonomi ekspor Virus Korona
Nur Azizah • 04 Februari 2020 16:39
Jakarta: Presiden Joko Widodo memerintahkan para menterinya untuk mengambil ceruk ekspor yang biasa dikuasai Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Indonesia harus memanfaatkan momen kasus virus korona di Tiongkok untuk meningkatkan sektor perdagangan.
 
"Saya kira di sini ada peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara-negara lain yang sebelumnya banyak mengimpor produk yang sama dari RRT," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Jokowi menyebut Tiongkok menguasai hampir 16,6% dari total ekspor Indonesia. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk menambah industri substitusi impor di dalam negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya juga melihat hal ini memberikan momentum bagi industri substitusi impor di dalam negeri untuk meningkatkan produksi berbagai produk yang sebelumnya diimpor dari Tiongkok," ujar dia.
 
Indonesia Diminta Ambil Ceruk Ekspor Tiongkok
Ilustrasi kegiatan ekspor impor. FOTO: MI/Pius Erlangga
 
Jokowi juga memerintahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menyiapkan langkah kontingensi untuk Bali, dan Sumatera Utara. Jumlah wisatawan di dua wilayah itu dinilai paling tertinggi.
 
"Selama ini dua daerah itu banyak dikunjungi wisatawan dari RRT. Dalam jangka pendek saya minta dimanfaatkan peluang menyasar ceruk pasar wisman yang sedang cari alternatif untuk destinasi wisata, karena batal berkunjung ke RRT," pungkas Jokowi.
 
Menteri Kabinet Indonesia Maju yang hadir dalam rapat terbatas ini antara lain, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Supramanto dalam rapat tersebut, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
 

 

(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif