Kebangkitan Merpati Cara Negara Memelihara Eksistensi

Nur Azizah 17 November 2018 12:37 WIB
merpati sekarat
Kebangkitan Merpati Cara Negara Memelihara Eksistensi
Diskusi soal Merpati/Medcom.id/Nur Azizah
Jakarta: PT Merpati Nusantara Airline bangkit dari 'mati suri'. Perusahaan yang baru saja dinyatakan tak pailit itu dianggap bisa menambah jejaring penerbagan di Tanah Air. Terlebih, Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan banyak jenis transportasi.

"Ini cara negara ini memelihara eksistensinya, yakni dengan melebarkan jaring melalui perhubungan udara. Garuda sebagai duta bangsa bisa menghubungkan kota besar, lalu Merpati bisa menghubungkan kota-kota kecil," kata pengamat penerbangan Chappy Hakim di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 November 2018.

Baca: Merpati Belum Siap Mengudara

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu berharap hadirnya Merpati bisa menata ulang sistem penerbangan Indonesia. Mulai aspek keselamatan, pelayanan, bisnis, dan kepemerintahan.

Merpati boleh kembali terbang setelah ada putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur. Hasilnya, maskapai pelat merah itu tetap bisa mengudara dengan syarat harus melunasi utang ke semua kreditur.

Baca: Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Operasional maskapai perintis Tanah Air itu terhenti lantaran Merpati masih menanggung beban utang Rp10,7 triliun. Sementara aset perusahaan hanya Rp1,2 triliun. Artinya, ekuitas perusahaan minus sekitar Rp9 triliun.

Utang tersebut ialah tunggakan maskapai pada kreditur. Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Hendry Sihotang mengatakan ada ribuan kreditur yang diutangi Merpati.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id