“Yang namanya bisnis harus terus ekspansi. Setelah masuk bisnis kimia untuk pertambangan, kini kita masuk bisnis makanan dan minuman. Masuk ke bisnis F&B pun karena tercebur dan kita belum ada pengalaman,” kata Hendry.
Hendry mengakui, masuk ke bisnis F&B bukan perkara mudah. Mulai dari konsep bisnis, pemilihan jenis makanan dan minuman yang akan disajikan, pemilihan interior, penentuan target pasar hingga lokasi berbisnis (Kemang)harus ia perhitungkan masak-masak. Seiring waktu berjalan, Hendry semakin memahami seluk beluk di bisnis ini, dan seperti diakuinya, bisnis barunya ini berjalan lancar.
Melihat hal ini, Hendry akhirnya memutuskan untuk melakukan ekspansi bisnis F&B. Bila Beer Brother menjual makanan Italia, Hendry akan membangun resto dengan konsep Indonesian Food yang bertempat di kawasan Jakarta Selatan.
Baca juga: Generasi Ketiga, Generasi Inovatif? (Bagian-1)
“Bisnis F&B bisa berjalan lancar berkat jaringan saya. Jadi, semuanya berjalan dengan sendirinya. Dengan memiliki resto sendiri, saya punya tempat sendiri untuk rapat dengan klien,” katanya.
Setelah melakukan diversifikasi di bisnis F&B, Hendry mengaku mulai menjajaki bisnis pariwisata. “Meski masih rencana, namun kami ingin masuk ke bisnis ini,” ucap Hendry optimistis.
Sumber: smart-money.co
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News