Philip Morris Indonesia, pemegang saham mayoritas PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), melakukan ekspor perdana rokok premiumnya ke Jepang. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Philip Morris Indonesia, pemegang saham mayoritas PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), melakukan ekspor perdana rokok premiumnya ke Jepang. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Berkontribusi ke Penerimaan Negara, Kemenperin Kawal IHT

Ekonomi rokok tembakau hm sampoerna
Ade Hapsari Lestarini • 22 Maret 2019 16:58
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus mengawal industri hasil tembakau terus tumbuh karena berkontribusi terhadap penerimaan negara.
 
"Kemenperin terus mengawal agar industri ini terus tumbuh karena masih dianggap sebagai industri yang strategis dari sisi penerimaan negara dan penyerapan tenaga kerja," ujar Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian Abdul Rochim, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Maret 2019.
 
Dia mengatakan, pemerintah pun memberikan apresiasi kepada PT Philip Morris Indonesia (PMID), pemegang saham mayoritas PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) yang melakukan ekspor perdana rokok premiumnya, Marlboro dan L&M ke pasar Duty Free Jepang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama satu tahun ke depan, PMID akan mengekspor sekitar 300 juta batang rokok ke Duty Free Jepang, dan 60 juta batang rokok ke Korea. Langkah bisnis yang strategis sekaligus pencapaian yang membanggakan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penerimaan negara dari devisa.
 
"Saya mengapresiasi pimpinan Philip Morris Indonesia yang telah berupaya dan bekerja keras untuk meningkatkan ekspor nasional dalam rangka memperbaiki kinerja dari sisi perusahaan dan juga neraca perdagangan untuk menambah penerimaan negara," kata Abdul.
 
Dia mengaku pastinya tidak mudah bagi Philip Morris Indonesia untuk masuk ke Duty Free Jepang. Sebagai produk yang dikenakan cukai, tentunya ada konsekuensi dalam memperdagangkan produk hasil tembakau, terutama pada aspek peraturan. Alasan utamanya yang menjadi pertimbangan adalah perlindungan konsumen. Hal ini yang tentunya menjadi tantangan bagi industri rokok.
 
Baca juga: Philip Morris Indonesia Ekspor 9 Juta Batang Rokok ke Jepang
 
Tahun lalu, nilai ekspor rokok dan cerutu mencapai USD931,6 juta. Angka tersebut meningkat dari penerimaan tahun sebelumnya yang sebesar USD904,7 juta. Dengan ekspor perdana yang dilakukan PMID ini tentunya akan menambah nilai ekspor dan penerimaan negara. "Semoga ekspor perdana ini tidak ada kendala sehingga membuka pasar rokok Indonesia di dunia," tuturnya.
 
Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Ditjen Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto sebelumnya berharap Philip Morris Indonesia dan Sampoerna dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan dan ekspornya. Dia mengungkapkan kontribusi Philip Morris Indonesia dan Sampoerna terhadap penerimaan negara hampir 33 persen. Adapun pada 2018 hampir Rp50 triliun, sementara ekspor dari tahun ke tahun meningkat hampir 13 persen.
 
Direktorat Bea dan Cukai pun siap memberikan dukungan kepada PMID dan Sampoerna. Pemerintah, kata Nirwala, mempunyai kewajiban untuk mendorong pertumbuhan industri sehingga mempunyai daya saing tinggi. "Jadi Bea dan Cukai tidak hanya memungut fiskalnya, tapi juga mendorong yakni dengan memberikan fasilitas. Dan, dukungan apalagi yang diperlukan, kami akan mendiskusikannya yang paling pas seperti apa," ujarnya.
 
Nirwala menjelaskan jika pemerintah tidak memberikan dukungan kepada para pelaku usaha,maka pemerintah berpotensi kehilangan 62 persen penerimaan dari industri hasil tembakau. "Jadi jangan dianggap perusahaan ini semacam cash cow. Sebab begitu meleset, risiko yang besar siapa? 62 persen milik pemerintah bisa hilang," tuturnya.
 
Direktur Urusan Eksternal Sampoerna Elvira Lianita menambahkan ekspor perdana ke Duty Free Jepang merupakan pencapaian yang penting, mengingat konsumen negara tersebut memiliki ekspektasi standar kualitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini juga berlaku bagi produk tembakau yang mereka konsumsi.
 
Ia juga mengatakan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh yang selama ini diberikan Pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Perindustrian RI, yang menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis perusahaan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif