Mendag Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi Swiss Johann Schneider-Ammann pada Jumat, 12 Oktober 2018 (Foto:Dok.Kemendag)
Mendag Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi Swiss Johann Schneider-Ammann pada Jumat, 12 Oktober 2018 (Foto:Dok.Kemendag)

Indonesia dan Swiss Siap Selesaikan Perjanjian IE-CEPA Akhir 2018

Ekonomi Berita Kemendag
M Studio • 14 Oktober 2018 12:15
Nusa Dua: Indonesia dan Swiss sepakat menyelesaikan perjanjian Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) sebelum akhir 2018.
 
Penegasan ini disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi Swiss Johann Schneider-Ammann pada Jumat, 12 Oktober, di Nusa Dua, Bali, di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.
 
"Pertemuan bilateral dengan Swiss ini dimaksudkan untuk melanjutkan hasil pertemuan yang kami lakukan di Zurich, Swiss, beberapa waktu lalu. Indonesia dan Swiss bertekad menyelesaikan perjanjian IE-CEPA tahun ini," kata Mendag, dalam siaran persnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Target penyelesaian perjanjian IE-CEPA ini, lanjut Mendag, sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo. Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah dalam pertemuan terakhir perundingan IE-CEPA pada 31 Oktober 2018.
 
Tim negosiasi dari empat negara EFTA akan ke Bali untuk melakukan finalisasi perjanjian tersebut. EFTA terdiri atas empat negara Eropa, yaitu Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss.
 
Setelah pertemuan finalisasi IE-CEPA nanti, kelima negara sepakat resmi mengumumkan diselesaikannya perundingan ini pada pertemuan tingkat menteri EFTA di Jenewa, Swiss, pada 23 November 2018.
 
"Selanjutnya adalah proses teknis untuk dilakukan legal scrubbing dan terjemahan ke dalam bahasa masing-masing negara,” kata Mendag.
 
Perihal isu minyak kelapa sawit yang menjadi perhatian utama bagi Indonesia, menunjukkan hasil positif. Swiss telah melakukan referendum terkait isu tersebut dan hasil referendum menyatakan bahwa minyak kelapa sawit dibutuhkan untuk industri domestik di Swiss, dan kekhawatiran terkait pelarangan sawit tidak beralasan lagi.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif