Proyek pembangunan pelabuhan patimban di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara, Subang Jawa Barat. MI/Reza Sunarya.
Proyek pembangunan pelabuhan patimban di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara, Subang Jawa Barat. MI/Reza Sunarya.

Pelabuhan Patimban akan Dikelola Swasta

Ekonomi pelabuhan patimban
Damar Iradat • 24 Juni 2019 18:14
Jakarta: Pemerintah memastikan operator pengelola Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, tak berasal dari Badan Usaha Milik Negara. Pemerintah akan menyerahkan pengelolaan pelabuhan itu kepada pihak swasta.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah ingin melihat persaingan antara Pelabuhan Patimban dan Tanjung Priok. Saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok dikelola Pelindo II.
 
"Jadi, Patimban yang jelas itu (pengelolaan) swasta murni, tidak mau lagi ada Pelindo atau BUMN. Ya, biar ada bersaing nanti antara Priok dengan Patimban. Biar ketahuan mana yang enggak efisien," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hak pengelolaan akan diserahkan kepada pihak swasta murni yang berasal dari Indonesia dan Jepang. Pemerintah akan melakukan tender untuk pelabuhan itu.
 
Baca: Menhub: Pembangunan Pelabuhan Patimban Berjalan 29 Persen
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan pemerintah mencari operator berpengalaman mengelola pelabuhan. Hal itu harus menjadi syarat utama dalam mencari operator Pelabuhan Patimban.
 
"Yang kita pilih, untuk experience menjadi satu syarat utamanya," ujar dia.
 
Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, dipastikan berjalan sesuai rencana. Pelabuhan Patimban ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2020.
 
Pemerintah berharap pembangunan akses jalan menuju pelabuhan selesai dalam waktu dekat. Saat ini progres pembangunan Pelabuhan Patimban sudah 29 persen.
 
Pelabuhan Patimban diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menjadi salah satu penyebab kemacetan lalu lintas khususnya ruas Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

 

(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif