Sugiarto, pemilik UMKM binaan BNI, memamerkan produk batik di IMF-WB 2018 (Foto:Medcom.id/Annisa Ayu)
Sugiarto, pemilik UMKM binaan BNI, memamerkan produk batik di IMF-WB 2018 (Foto:Medcom.id/Annisa Ayu)

UMKM Binaan BNI Beruntung Pamerkan Produknya di IMF-WB 2018

Ekonomi bni IMF-World Bank
M Studio • 14 Oktober 2018 13:50
Nusa Dua: Pegiat Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) sangat diuntungkan produk-produknya bisa dipasarkan pada pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018 di Bali. Salah satunya adalah Sugiarto, pebatik asal Jawa Tengah.
 
Saat ditemui tim Medcom.id, Sugiarto menjelaskan dirinya merupakan salah satu UMKM yang terpilih menjadi binaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Selain mendapatkan modal, sebagai binaan BNI, Sugiarto juga diberi kesempatan mengikuti pameran.
 
"Iya, betul (banyak benefit). Kalau ada pameran seperti ini, kita dapat fasilitas dari BNI," ucapnya, saat ditemui di area Paviliun Indonesia, Nusa Dua, Bali.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain diberikan kesempatan untuk mengikuti pameran, Sugiarto mengungkapkan UMKM binaan BNI juga diberikan pelatihan. Misalnya, pelatihan membatik dan pemasaran.
 
"Kemarin, ada pelatihan untuk desain, untuk pemasaran," ucap dia.
 
Bersama istrinya yang tinggal di Lasem, Rembang, Sugiarto biasa memproduksi 25-30 lembar kain batik per bulan. Menjadi UMKM binaan BNI, penjualan batiknya pun perlahan meningkat. Batik yang dijual Sugiarto dibanderol antara Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per lembar.
 
"Bergantung pada kain dan tingkat kesulitan membatik. Kalau warna-warni, kita jual Rp500 ribu sampai Rp700 ribu per lembar. Soal pendapatan, ya lumayan lah," ucapnya, tersenyum.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif