Ilustrasi Sarinah. (FOTO: MI/Pius Erlangga)
Ilustrasi Sarinah. (FOTO: MI/Pius Erlangga)

Tutup Toko, Sarinah Rugi Ratusan Juta

Ekonomi sarinah
Suci Sedya Utami • 22 Mei 2019 13:15
Jakarta: PT Sarinah (Persero) terpaksa menutup departement store atau toko yang ada di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat sejak kemarin (Selasa, 21 Mei) karena adanya aksi unjuk rasa masyarakat terkait penolakan hasil pemilu.
 
Direktur Utama Sarinah GNP Sugiarta Yasa mengatakan sejak Selasa, 21 Mei 2019, pukul 15.00 WIB pihaknya telah menutup toko karena suasana yang dianggap tidak kondusif. Penutupan ini berlanjut hingga hari ini sejak pagi karena mendapakan informasi adanya unjuk rasa yang lebih besar.
 
"Mudah-mudahan besok sudah kondusif. Jika besok masih berlanjut, kami akan lakukan penutupan demi menjaga keamanan kariyawan. Kami enggak mau membahayakan keselamatan kariyawan," kata Sugiarta pada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengelola Sarinah juga mengimbau atau menyarankan pada gerai makanan dan tempat hiburan yang ada di Gedung Sarinah agar tetap waspada. Dia bilang sebagian dari mereka juga telah menutup operasional sementara.
 
Baca juga: Aktivitas Pusat Bisnis di Ibu Kota Terganggu
 
Dirinya mengaku dengan adanya penutupan operasional ini, perseroan mengakami kerugian ratusan juta rupiah. Ia mengatakan rata-rata per hari omzet dari kegiatan ritel departement store yakni sebesar Rp400 juta hingga Rp500 juta.
 
Sementara di momen Ramadan omzetnya bisa meningkat menjadi dua kali lipat dari rata-rata hari biasa. Lebih jauh dia menambahkan, untuk penutupan hari kemarin omzet yang diterima belum mencapai 50 persen.
 
"Pasti kan omzet enggak tercapai. Rata-rata harian Sarinah Thamrin Rp400 juta-Rp500 juta. Kalau kemarin setengah hari belum separuhnya dapat," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif