Pasar Tanah Abang terkena imbas aksi unjuk rasa. (FOTO: MI/BARY FATHAHILAH)
Pasar Tanah Abang terkena imbas aksi unjuk rasa. (FOTO: MI/BARY FATHAHILAH)

Aktivitas Pusat Bisnis di Ibu Kota Terganggu

Ekonomi dunia usaha pilpres 2019
Ilham wibowo • 22 Mei 2019 11:03
Jakarta: Aksi unjuk rasa menentang hasil pemilu di sejumlah titik ibu kota telah menganggu aktivitas perekonomian. Pusat bisnis di sekitar wilayah tersebut terpaksa mesti tutup pada Rabu, 22 Mei 2019.
 
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan gangguan aktivitas bisnis seperti terpantau di sepanjang jalan Jendral Sudirman terutama kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selain penutupan toko, akses menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi juga juga terhalang pengamanan polisi.
 
"Transportasi tidak jalan karena akses ditutup, berarti toko akan tutup juga di Tanah Abang," kata Sarman kepada Medcom.id, Rabu, 22 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, pusat grosir di Pasar Tanah Abang merupakan lokasi yang paling terkena imbas aksi unjuk rasa penolak hasil pemilu. Aktivitas perbelanjaan busana terbesar di Asia Tenggara ini bahkan telah terganggu sejak 21 Mei 2019.
 
"Kalau tidak ada pembeli, pedagang juga tidak akan buka toko, tentu mereka akan mengalami kerugian," ungkapnya.
 
Lokasi lain seperti pusat elektronik Glodok, Jakarta Utara juga terpantau sepi pengunjung. Sarman mengatakan para pedagang menutup toko lebih awal lantaran khawatir terjadi aksi yang berujung bentrok.
 
"Saya baru komunikasi dengan teman pelaku usaha di daerah Glodok Mangga Dua saat ini masih konfirm buka usaha sampai pagi ini, tapi mencermati sampai siang apakan mereka akan lanjut atau tidak itu akan melihat situasi," ungkapnya.
 
Sarman mengharapkan pengumuman hasil Pilpres 2019 bisa disikapi dengan baik oleh semua pihak. Sehingga, dampak untuk perekonomian Ibu Kota tidak lantas kian memburuk.
 
Apalagi, DKI Jakarta pusat perputaran uang dan ekonomi Indonesia memiliki sensitivitas tinggi dengan isu serta gejolak sosial-politik dalam negeri. Berbagai kejadian di dalaman negeri yang berkaitan dengan isu Pemilu dapat mempengaruhi psikologis pasar.
 
"Perputaran uang Indonesia hampir 60 persennya ada di Jakarta. Ibu Kota juga menguasai hampir 17 persen ekonomi Indonesia. Kami berharap jika ada unjuk rasa agar tetap berjalan damai, aman, dan kondusif sehingga tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu ketenteraman," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif