Pernandatanganan kerja sama perdagangan Indonesia Australia. Foto: Medcom.id/Setwapres.
Pernandatanganan kerja sama perdagangan Indonesia Australia. Foto: Medcom.id/Setwapres.

Indonesia Australia Teken Perjanjian Dagang

Ekonomi indonesia-australia
Achmad Zulfikar Fazli • 04 Maret 2019 11:09
Jakarta: Indonesia dan Australia melakukan kerja sama pejanjian dagang melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perjanjian itu mencakup akses yang lebih luas bagi peternak Australia ke pasar Indonesia.
 
Penandatanganan perjanjian dagang kedua negara tersebut disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla di JS Luwansa, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.
 
Lembar kerja sama ditandatangani Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebenarnya perjanjian ini sudah melewati proses panjang sejak 2010 dan penandatanganan seharusnya sudah dilakukan pada akhir tahun 2018. Namun, ditunda.
 
Dengan kerja sama ini, Universitas Australia selaku penyedia layanan kesehatan dan pengusaha tambang akan diuntungkan, karena akses yang lebih mudah ke pasar Indonesia. Akses ke pasar Australia juga diharapkan mendorong ekspor otomotif, tekstil, kayu, produk elektronik, dan obat-obatan Indonesia.
 
Baca: Perjanjian Kerja Sama IA-CEPA Diteken November 2018
 
Sebelumnya, Enggartiasto mengatakan IA-CEPA akan memberikan keuntungan lebih di dalam peningkatan ekonomi kedua negara. Pasalnya, IA-CEPA berbeda dengan Free Trade Agrrement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas.
 
"Kita berbicara basicnya bebeda, bedanya kita partneran di dalam kerangka ekonomi secara keseluruhan, kalau FTA kan pada dagang," kata Enggartiasto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 31 Agustus 2018.
 
Dengan adanya IA-CEPA, lanjut dia, ke depannya akan ada tarif nol persen. Indonesia juga akan diistimewakan ketimbang negara lain saat ekspor seperti produk garmen dan mobil ke Australia.
 
Begitu juga dengan Australia. Mereka akan dikenakan tarif sesuai kuota Indonesia impor sapi dari Negeri Kangguru itu.
 
"Persyaratan atau kriteria yang diberlakukan oleh negara lain berbeda dengan kita, jadi kita bisa lebih mudah, bukan hanya perdagangan, tetapi ekonomi secara keseluruhan," kata dia.
 

(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif