Namun, tak ada yang mengira kini hidupnya berubah total. Ia menjadi salah satu pedagang sukses di Tanah Abang. Semuanya berawal dari semanga tbesar Anna untuk mengubah nasibnya.
"Dulu saya adalah pegawai konveksi, jadi saya buat baju untuk orang lain. Saya berpikir, kapan saya bisa punya usaha sendiri,” kata istri Darwin itu.
Tiap uang yang ia dapat, Anna selalu menabungnya. Uang ini akan ia jadikan modal untuk merintis usahanya sendiri.
“Ketika saya ikut orang, saya juga belajar bagaimana cara untuk berdagang sendiri,” katanya.
Akhirnya, Anna mulai merintis usahanya tak lama setelah kerusuhan 1998. Pada saat yang sama, Anna bekerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
“Saat itu, BCA membantu saya untuk membeli dua toko,” kata Anna.
Di tokonya, Anna berdagang pakaian spandek. Pada 2009, Anna juga masuk bisnis pakaian berbahan denim.
“Saya memilih bahan denim karena sifatnya yang abadi, karenanya saya juga mengubah nama toko saya yang awalnya bernama Bille menjadi Zeal yang berarti semangat saya,” ucap Anna menjelaskan.
Untuk bahan, Anna langsung mendatangkan dari Bandung. Selain itu, soal rancangan pakaian, semuanya berasal dari rancangan Anna sendiri yang kemudian dilanjutkan pada CMT (Cut, Make, Trim) atau jasa makloon untuk dikerjakan.
Anna punya strategi khusus untuk mengetahui apakah rancangannya akan laku atau tidak. “Jadi, dari satu rancangan, saya tidak akan langsung membuatnya dalam jumlah banyak. Ketika saya coba jualdan ternyata laris, baru saya akan buat dalam jumlah banyak,” kata Anna.
Bersambung ke bagian kedua untuk mengetahui kisah Anna memberdayakan warga di kampung halamannya sekaligus berbagi rezeki.
Sumber: smart-money.co
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News