Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengakui pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf sudah membuktikan keberpihakannya terhadap UMKM dengan beragam program dalam empat tahun terakhir. Namun, di sisi lain janji yang ditawarkan pasangan 02 Prabowo-Sandi juga masih menarik untuk disimak.
"Justru saya ingin mendengar ini dari Pak Sandi. Nah saya masih meraba konsep yang konkret itu saya belum lihat," kata Ikhsan kepada Medcom.id, Rabu, 10 April 2019.
Lebih lanjut Ikhsan ingin melihat tawaran janji dari Sandiaga Uno yang juga mantan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi itu. Program One Kecamatan One Centre Entrepreneurship (OK OCE) yang selama ini digaungkan dianggap masih belum optimal dan belum tentu cocok untuk level nasional.
"Kalau OK OCE ya sudah lah itu sifatnya pendidikan dan pelatihan, itu biasa saja, hanya terbatas," kata Ikhsan.
Menurutnya, kandidat Capres perlu menawarkan konsep revolusioner dalam mempercepat pertumbuhan UMKM. Program nyata yang membawa dampak luas juga perlu menyentuh hingga pelosok pedesaan.
Program Rumah Siap Kerja milik Sandi juga dinilai masih buram. Sebab dunia kerja saat ini membutuhkan kualitas sumber daya manusia.
"Apapun namanya itu pendidikan pelatihan tapi konsep kebijakannya apa. Misalnya akses keuangan dan pemasaran bagaimana, lalu bagaimana caranya birokrasi secara pemerintahan yang sudah ada sekarang mau diapakan," ungkap Ikhsan.
Baca juga: Keberhasilan OK OCE Dipertanyakan
Sektor ekonomi kerakyatan telah memberi kontribusi yang cukup besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam lima tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat, dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen dalam jangka waktu yang sama.
"Siapapun yang nanti akan menang harus berpihak pada masyarakat melalui akses keuangan, pemasaran dan birokrasi," pungkasnya.
Sebelumnya, program One Kecamatan One Center Entrepreneur (OK OCE) belum bisa memenuhi targetnya hingga akhir 2018. Saat kampanye Pilkada 2017, Gubernur Anies Baswedan dan pasangannya, Sandiaga Uno, berjanji akan melahirkan 40 ribu pengusaha setiap tahun.
Hingga akhir November 2018, Pemprov DKI baru berhasil menelurkan 27.223 pengusaha baru. Hal ini dapat dilihat dari izin usaha yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Dari 27.223 izin yang dikeluarkan, sebanyak 10.820 adalah izin usaha mikro dan kecil (IUMK). Sementara itu, 16.403 sisanya adalah surat izin usaha perdagangan (SIUP) mikro, SIUP kecil, dan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (SP-PIRT).
"Dari data IUMK yang diterbitkan baru berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 19.387 orang," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI, Kamis, 27 Desember 2018.
Di sisi lain, berdasarkan situs okoce.me, pendaftaran program kewirausahaan itu telah mencapai 48.969 orang. Namun, tak seluruhnya mendapatkan izin usaha.
"Jika seperti ini kondisinya apa layak gerakan yang katanya memperkuat ekonomi kerakyatan ini dibawa ke tingkat nasional?" ujar dia.
Baca juga:Hanura DKI: OK OCE Berpotensi Gagal
Calon wakil presiden Sandiaga Uno berencana membawa program One Kecamatam One Center Enterpreneurship (OK-OCE) ke tingkat nasional. OK-OCE merupakan program ekonomi Sandiaga saat menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.
Sandi berdalih program OK OCE yang dinasionalkan akan menjadi solusi atas persoalan ekonomi masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja. Ia mengklaim OK OCE dapat mengurangi pengangguran.
"Sudah ada 60 ribu pengusaha yang bergabung dengan OK OCE. Saat ini OK OCE ada di 10 provinsi se-Indonesia. Target kami membuka sejuta pengusaha baru," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News