Suasana acara  Focus Group Discussion Lansekap Dasawarsa Infrastruktur Indonesia di Ruang Rapat Besar Media Indonesia, Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa, 14 Agsutus 2018 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Suasana acara Focus Group Discussion Lansekap Dasawarsa Infrastruktur Indonesia di Ruang Rapat Besar Media Indonesia, Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa, 14 Agsutus 2018 (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Dampak Positif Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi-JK

Ekonomi
Anggi Tondi Martaon • 14 Agustus 2018 14:05
Jakarta: Salah satu fokus pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) adalah pada pembangunan infrastruktur. Hal ini terlihat dari skema Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp400 triliun setahun. Pembangunan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
 
Chief Economist PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Fithra Faisal Hastiadi menyebutkan, berbagai jenis pembangunan infrastruktur yang dibangun memiliki dampak sosial dan ekonomi.
 
"Tidak hanya untuk masyarakat sekitar proyek, tapi juga untuk masyarakat penerima manfaat dari proyek itu sendiri," kata Fithra pada acara Focus Group Discussion Lansekap Dasawarsa Infrastruktur Indonesia di Ruang Rapat Besar Media Indonesia, Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa, 14 Agsutus 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peraih gelar Master of Science Economics di Universitas Indonesia tahun 2006-2007 itu merinci efek pembangunan infrastruktur yang dilakukan terlihat pada beberapa sektor.
 
1. Proyek ketenagalistrikan yang menerangi 1,7 juta rumah atau 6,7 juta jiwa.
 
2. Proyek air bersih dan irigasi mampu meningkatkan produksi hingga 10.140 liter/detik. Proyek ini memenuhi kebutuhan air bersih untuk 1,5 juta rumah atau 5,8 juta jiwa. Proyek irigasi juga mengairi 96 ribu hektare area persawahan.
 
3. Proyek infrastruktur bandara mampu melayani 37,5 juta penumpang udara per tahun.
 
4. Proyek infrastruktur pelabuhan mampu meningkatkan arus barang menjadi 2,26 juta TEUs per tahun.
 
5. Sektor transportasi perkotaan, pemerintah berhasil menambah 80 kereta listrik. Sarana transportasi baru itu berdampak terhadap peningkatan kapasitas 7,3 juta penumpang per tahun.
 
Tak hanya itu, proyek infrastruktur yang dibiayai oleh PT SMI juga berdampak positif terhadap lapangan pekerjaan baru. Tercatat, infrastruktur jalan sepanjang 1.421 kilometer berhasil menyerap 1,2 juta tenaga kerja kontrak dan permanen.
 
"Infrastruktur betul-betul menurunkan ketimpangan angka kemiskinan," ucapnya menjelaskan.
 
Menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi tentunya menjadi tujuan utama pembangunan di Indonesia. Sebagaimana terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi "Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa."
 
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih mengatakan pembangunan infrastruktur adalah sesuatu yang penting dan dibutuhkan bagi masyarakat. Pembangunan merupakan salah satu cara untuk menyejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
 
"Kita membutuhkan infrastruktur. Bagaimana kita bisa cerdas kalau tidak ada listrik dan internet," kata Sri.
 
Lebih jauh, Sri melihat efek pembangunan infrastruktur dari beberapa aspek, di antaranya, meningkatkan daya saing. "Daya saing kita terus meningkat. Tapi tentu saja kalau dibandingkan dengan negara maju masih kalah. Kita tidak bermimpi menjadi negara berkembang, kita mimpi menjadi negara maju agar ketimpangan menurun," sebut dia.
 
Selanjutnya, meningkatkan kesejahteraan sosial di daerah perbatasan. Sri menyebut, wajah perbatasan Indonesia saat ini sudah lebih baik jika dibandingkan era sebelumnya. "Kalau kita lihat dahulu (daerah perbatasan), malu kita. Tapi sekarang, orang respek kepada kita," katanya.
 
Oleh karena itu, kata Sri, pembangunan yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK sudah mulai terlihat. Diharapkan, manfaat pembangunan itu bisa meningkatkan kesejahteraan di seluruh kawasan Indonesia. Termasuk daerah pelosok.
 
"Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh Tanah Air dari kota hingga daerah tertinggal sudah dirasakan hasilnya. Ini akan memajukan bangsa, menggerakkan ekonomi lokal, mengurangi ketimpangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," ujar dia.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif