Proposal Damai Penundaan Utang Internux Disahkan
Presiden Direktur Internux Dicky Moechtar. (FOTO: Dok Internux)
Jakarta: Proposal perdamaian PT Internux (Bolt) terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) mendapat dukungan dari kreditur dan disahkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat.

Adapun proposal perdamaian itu telah dipresentasikan dalam rapat kreditur yang dipimpin oleh pihak Internux pada 29 Oktober 2018 lalu. Setelah itu, proposal tersebut juga telah mendapat persetujuan para kreditur pada 30 Oktober 2018.

"Hasil voting menunjukkan sebagian besar kreditur yang terdiri dari 100 persen kreditur separatis dan 79,88 persen kreditur konkuren mendukung proposal perdamaian yang diajukan Internux," ujar Presiden Direktur Internux Dicky Moechtar dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 16 November 2018.

Baca: First Media dan Bolt Harus Ikut Lelang Ulang

Dia mengklaim semua kegiatan dan tindakan yang dilakukan perseroan saat ini, baik yang melibatkan regulator maupun mitra bisnis, dilakukan dengan menempatkan kepentingan pelanggan sebagai prioritas utama.

Seperti diketahui, dalam hal ini, kreditur adalah tower provider, perusahaan perangkat dan peralatan telekomunikasi, perusahaan alih daya (outsourcing), agensi media, serta perusahaan penyedia jaringan kabel fiber optic dan bandwidth.

Sementara itu, pihak Internux adalah salah satu operator 4G LTE di Indonesia. Internux telah berinvestasi lebih dari Rp8 triliun. Meski ada kasus, perusahaan berkomitmen melakukan berbagai peningkatan di berbagai bidang agar dapat memberikan jasa layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id