Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Ahmad Yani. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)
Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Ahmad Yani. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)

Imbas Tiket Pesawat Mahal Moda Transportasi Laut Diserbu

Ekonomi Mudik Lebaran 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 29 Mei 2019 16:07
Jakarta: Mahalnya tarif tiket pesawat berimbas pada penurunan jumlah penumpang. Pada musim mudik Lebaran 2019 banyak penumpang pesawat beralih ke moda lain yang dinilai lebih hemat biaya dan hal ini disebut lumrah.
 
"Kalau penumpang transportasi udara turun, transportasi lain khususnya laut (penumpangnya) naik," kata Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Ahmad Yani di Gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat, Rabu 29 Mei 2019.
 
Berdasarkan data Posko Lebaran Kementerian Perhubungan hingga pukul 14.09 WIB, kata dia, penumpang transportasi laut meningkat hingga 30 persen. Dia menyebut kenaikan paling signifikan terjadi di Indonesia bagian timur dan tengah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya perpindahannya terjadi dari udara ke laut," ujarnya.
 
Selain moda transportasi laut, pemudik pesawat juga banyak yang beralih ke kereta api. Kenaikan rata-rata penumpang KA dalam dua hari pertama, sebut Ahmad, mencapai 40 persen.
 
Baca juga:Mudik dan Dilema Mahalnya Ongkos Transportasi
 
Ahmad memerinci data tersebut didapatkan dari pemantauan H-10 dan H-9 Lebaran 2019 yang dimulai Minggu, 26 Mei 2019 dengan H-10 dan H-9 Lebaran 2018. Pada H-10 Lebaran 2018, jumlah penumpang KA sebanyak 155.889 orang sedangkan pada H-10 Lebaran 2019, jumlah penumpang naik hingga 267.171 orang atau meningkat 71 persen.
 
Pada H-9 Lebaran 2018, jumlah pemudik kereta api sebanyak 192.147. Sedangkan tahun ini, ada kenaikan jumlah penumpang menjadi 210.256 orang atau meningkat 10 persen.
 
Sebelumnya, Yani mengungkapkan jumlah penumpang pesawat jelang Lebaran 2019 menurun drastis. Penurunan mencapai 76,9 persen.
 
"Keberangkatan domestik pesawat sampai tadi turun 66,4 persen. Sedangkan jumlah penumpang turun 76,9 persen," kata Yani.
 
Jumlah kedatangan pesawat domestik juga mengalami penurunan. Kedatangan pesawat turun sebesar 73,4 persen dan jumlah penumpang turun hingga 83 persen.
 
Yani menduga penyebab turunnya penumpang lantaran harga tiket pesawat yang masih tinggi. Selain itu, infrastruktur tol yang semakin baik juga menarik minat pemudik untuk beralih moda.
 
"Hal (penurunan) itu akan dievaluasi (penyebabnya)," kata dia.
 

(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif