Illustrasi. MI/ Usman.
Illustrasi. MI/ Usman.

BEI Harapkan BI Turunkan Tingkat Suku Bunga

Dian Ihsan Siregar • 16 November 2016 13:41
medcom.id, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan Bank Indonesia (BI) agar bisa menurunkan tingkat suku bunga acuan BI 7 day (Reverse) Repo Rate yang saat ini di posisi 4,75 persen. Harapan penurunan masih sejalan dengan tren perbaikan sejumlah indikator makroekonomi domestik.
 
"Kalau bisa suku bunga BI bisa lebih rendah lagi. Karena selain baik bagi investor di Bursa, di sisi lain baik buat perbankan terkait penyaluran kredit dengan bunga yang murah," ucap Direktur Perdagangan dan Pengawasan Anggota Bursa BEI Hamdi Hassyarbaini, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (16/11/2016).
 
BEI sendiri akan melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16-17 November 2016. Agendanya untuk menetapkan arah kebijakan ke depan yang salah satunya memutuskan besaran BI 7day Repo Rate dan akan diumumkan besok.

Baca : BI Sebut Ruang Penurunan Suku Bunga Masih Terbuka
 
Secara umum, bilang Hamdi, kondisi makroekonomi domestik masih berada dalam kategori stabil dan berada pada kondisi yang membaik.
 
"Kalau depresiasi rupiah lebih terpengaruh ke rencana Trump (Presiden Terpilih AS, Donald Trump) yang akan memperbesar anggaran belanja pemerintah," jelas Hamdi.
 
Kondisi makroekonomi yang membaik seperti tingkat inflasi masih terkendali pada Oktober 2016 di level 3,31 persen (yoy). Kemudia,  BI juga telah menurunkan tingkat suku bunga menjadi 4,75 persen. Posisi neraca perdagangan yang kerap mencapai surplus juga akan memperbaiki tingkat defisit transaksi berjalan atau Neraca Pembayaran Indonesia (NPI).
 
"Jadi, secara makro menunjukan bahwa perekonomian kita bagus," tutur Hamdi.
 
Lanjut Hamdi, rencana Trump yang akan memperbesar anggaran belanja pemerintah maupun mengerek tingkat suku bunga The Fed, hal itu juga berpengaruh bagi kondisi tingkat bunga Indonesia.
 
"Kalau suku bunga di AS naik, tentu orang-orang yang punya duit mau pindah ke sana. Tetapi, lagi-lagi itu sifatnya temporer," ulas Hamdi.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan