Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)
Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

BI Sebut Ruang Penurunan Suku Bunga Masih Terbuka

Eko Nordiansyah • 20 Agustus 2016 10:00
medcom.id, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut, ruang untuk bank menurunkan suku bunga di perbankan masih terbuka. Apalagi, saat ini BI telah menggunakan BI 7 day repo rate yang baru menggantikan suku bunga acuan sebelumnya, yaitu BI rate.
 
Setelah terjadi penurunan BI rate sebesar 100 basis poin (bps), Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan jika hal ini sudah berdampak pada penurunan suku bunga perbankan. Suku bunga kredit perbankan turun 47 bps sementara suku bunga deposito turun sebesar 91 bps.
 
"Kami yakin dengan penggunaan BI 7 day repo rate ini akan memperkuat transmisi kebijakan suku bunga di pasar," kata Perry di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016) malam.

Dirinya menambahkan, kondisi likuiditas sekarang ini juga mendorong terjadinya penurunan suku bunga. Sejumlah kebijakan yang diambil BI maupun pemerintah ternyata mampu menambah ketersediaan likuiditas di pasar.
 
"Kami turunkan GWM yang pada waktu itu ada tambahan likuiditas hampir Rp37 triliun. Kedua, terjadi aliran modal asing masuk khususnya dalam bentuk investasi portofolio yang jumlahnya USD10,5 miliar. Itu juga sumber tambahan likuiditas di perbankan," jelas dia.
 
Selain itu, kondisi tersebut akan mendorong pertumbuhan kredit menjadi lebih cepat. Di mana, pertumbuhan kredit pada kuartal II-2016 meningkat hingga 8,9 persen (yoy), dari pertumbuhan di kuartal sebelumnya sebesar 8,7 persen (yoy).
 
"Pertama suku bunga masih akan turun. Kedua, likuiditas berlebih. ketiga, prospek perekonomian ke depan. Ini akan kami pantau ke depan dengan ekonomi yang akan tumbuh lebih baik tentu akan mendorong perbaikan prospek ekonomi," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan