Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 8 Juli 2019. Medcom.id/Damar Iradat.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 8 Juli 2019. Medcom.id/Damar Iradat.

Ditegur Jokowi, Rini Berjanji Tingkatkan Kinerja

Ekonomi neraca perdagangan indonesia
Damar Iradat • 08 Juli 2019 17:00
Bogor: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berjanji meningkatkan kinerja kementerian. Siang tadi, Rini ditegur oleh Presiden Joko Widodo karena nilai impor migas Januari-Mei 2019 menurun hingga USD2.833,8 juta atau 23,77 persen.
 
Rini mengaku tak mempermasalahkan teguran tersebut. Dia bilang teguran itu bakal menjadi pelecut untuk bekerja lebih keras lagi.
 
"Ya kita harus lebih keras, mengingat impor kita turun. Tapi lebih turun lagi ekspor kita. Jadi kita harus lebih banyak, kerja keras, kerja lagi," kata Rini usai sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 8 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Joko Widodo sebelumnya memperingatkan jajaran menterinya untuk meningkatkan kinerja di sektor ekonomi. Pasalnya, defisit neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga Mei 2019 mencapai USD2,14 miliar.
 
Secara khusus, pesan tersebut ditujukan Jokowi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.
 
(Baca juga:Jokowi Ingatkan Menteri Jonan dan Rini di Sidang Kabinet)
 
"Januari-Mei ada defisit USD2,14 miliar. Coba dicermati angka ini dari mana, kenapa impor sangat tinggi. Migas juga naiknya besar sekali. Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM, Bu Menteri BUMN, karena paling banyak ada di situ," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 8 Juli 2019.
 
Dirilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor Indonesia pada Januari-Mei 2019 menurun 8,61 persen dibanding periode yang sama di 2018. Sedangkan, nilai impor Januari-Mei 2019 turun 9,2 persen dibanding 2018 periode yang sama.
 
Dari data yang dirilis BPS pada Juni 2019, nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2019 mencapai USD68,46 miliar atau menurun 8,61 persen dibanding periode yang sama di 2018. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai USD63,12 miliar atau menurun 7,33 persen.
 
Sedangkan, nilai impor Januari-Mei 2019 yakni USD70.601,9 juta atau turun 9,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing USD2.833,8 juta atau 23,77 persen dan USD4.348,0 juta atau 6,60 persen.
 
Dalam sidang kabinet paripurna ini, hampir seluruh jajaran menteri hadir. Hanya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang tak tampak hadir dalam rapat tersebut.
 

(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif