Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 8 Juli 2019. Medcom.id/Damar Iradat.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 8 Juli 2019. Medcom.id/Damar Iradat.

Jokowi Ingatkan Menteri Jonan dan Rini di Sidang Kabinet

Ekonomi neraca perdagangan indonesia
Damar Iradat • 08 Juli 2019 14:36
Bogor: Presiden Joko Widodo memperingatkan menteri Kabinet Kerja meningkatkan kinerja di sektor ekonomi. Pasalnya, defisit neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga Mei 2019 mencapai USD2,14 miliar.
 
Secara khusus, pesan tersebut ditujukan Jokowi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.
 
"Januari-Mei ada defisit USD2,14 miliar. Coba dicermati angka ini dari mana, kenapa impor sangat tinggi. Migas juga naiknya besar sekali. Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM, Bu Menteri BUMN, karena paling banyak ada di situ," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 8 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2019 menurun 8,61 persen dibanding periode yang sama di 2018. Sedangkan, nilai impor Januari-Mei 2019 juga turun 9,2 persen.
 
Jokowi juga menyampaikan agar Indonesia bisa memanfaatkan peluang dari perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok. Ia menilai peluang ekspor ke Amerika Serikat cukup besar.
 
Baca: Bos Bursa Harap Kabinet Baru Jokowi Ciptakan Kestabilan Ekonomi
 
Presiden ingin pemerintah memberikan insentif seperti bunga kepada pengusaha untuk meningkatkan ekspor. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai para pengusaha tak bisa menembus pasar jika tak diberikan intensif.
 
"Sekali lagi ini peluang, tekstil itu peluang. Besar-besar sekali furnitur itu peluang. Inilah yang selalu kita kalah memanfaatkan peluang, ada opportunity tidak bisa kita ambil karena insentif-insentif itu tidak kita berikan," ungkap dia.
 
Dari data yang dirilis BPS pada Juni 2019, nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2019 mencapai USD68,46 miliar atau menurun 8,61 persen dibanding periode yang sama di 2018. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai USD63,12 miliar atau menurun 7,33 persen.
 
Sedangkan, nilai impor Januari-Mei 2019 yakni USD70.601,9 juta atau turun 9,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing USD2.833,8 juta atau 23,77 persen dan USD4.348,0 juta atau 6,60 persen.

 

(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif