Foto: dok MI/Panca Syurkani.
Foto: dok MI/Panca Syurkani.

Dana Pemerintah di Bank Tidak untuk Beli SBN

Ekonomi Perbankan Himbara Pemulihan Ekonomi
Dwi Tupani • 25 Juni 2020 13:20
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa penempatan dana pemerintah di bank umum tidak diperbolehkan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan tidak untuk transaksi valuta asing.
 
Penempatan dana pemerintah pada bank umum adalah untuk mempercepat pemberian kredit, khususnya UMKM dan industri padat karya dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
 
"Bapak Presiden meminta kami berdua (Menkeu dan Menteri BUMN) dan nanti didukung oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk melihat evaluasi dana itu mendukung sektor riil per tiga bulanan," jelas Menkeu pada konferensi pers setelah rapat terbatas (Ratas) dengan Presiden di Jakarta, seperti dilansir keterangan resmi, Kamis, 25 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, bank umum mitra tidak boleh membebankan biaya pelayanan termasuk biaya administrasi serta memotong/memungut remunerasi yang diperoleh dari penempatan uang negara.
 
Baca: Ketentuan Penempatan Dana Pemerintah di Bank Umum Diteken
 
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan perjanjian kerja sama dengan para CEO Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) yang akan diwakilkan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Kemenkeu.
 
Adapun kriteria bank umum mitra adalah memiliki izin usaha Bank Umum yang masih berlaku. Kedua, kegiatan usahanya di Indonesia dan mayoritas pemiliknya adalah warga negara/badan hukum Indonesia/Pemerintah Daerah.
 
Ketiga, tingkat kesehatan minimal komposit 3 yang telah diverifikasi Otoritas jasa Keuangan (OJK). Keempat, melaksanakan kegiatan perbankan yang mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sesuai pasal 4 PMK No.70/2020.
 
Adapun beberapa bank Himbara yang akan berpartisipasi adalah BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN. Sebagai informasi, penempatan dana tahap pertama adalah sebesar Rp30 triliun selama paling lama enam bulan sesuai Pasal 7 No.70/PMK.05/2020.
 

(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif