Gedung Kementerian Keuangan. Foto: Dokumen Kementerian Keuangan
Gedung Kementerian Keuangan. Foto: Dokumen Kementerian Keuangan

Defisit APBN 2022 di Bawah 3%

Antara • 08 Desember 2022 23:08
Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 akan berada di bawah tiga persen yaitu 2,8 persen dari produk domestik bruto (PDB).
 
“Nanti kita lihat, ini (defisit APBN) bisa di 2,8 persen atau lebih rendah lagi,” katanya seusai Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks DPR RI dilansir Antara, Kamis, 18 Desember 2022.
 
Prediksi Febrio tersebut lebih rendah dibandingkan pagu yang telah ditetapkan untuk defisit APBN tahun ini yaitu Rp840,2 triliun atau 4,5 persen dari PDB serta lebih rendah dari perkiraan pemerintah pada Juli yaitu sebesar 3,92 persen dari PDB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu realisasi defisit per Oktober 2022 baru sebesar Rp169,5 triliun atau 0,91 persen dari PDB.
 
“Kita melihat sangat besar peluang defisit bisa di bawah 3 persen. Arahnya sangat baik, terakhir 0,91 persen. Kita on track defisit lebih rendah dari yang diprediksi di awal,” jelasnya.
 
Baca juga: Perekonomian 2023 akan Lebih Menantang 

Febrio juga menuturkan Indonesia memiliki arah yang sangat baik untuk mencapai defisit di bawah tiga persen, bahkan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara yang baik ini juga akan menjadi modal untuk tahun depan.
 
Terlebih lagi, target penerimaan pajak pun telah melampaui target Rp1.485 triliun yaitu sebesar Rp1.580 triliun per Selasa, 6 Desember 2022 dan belanja negara hingga Oktober 2022 terserap Rp2.351,1 triliun atau 75,7 persen dari target sebesar Rp3.106,4 triliun.
 
Ia berharap realisasi belanja tahun ini bisa seperti rata-rata penyerapan belanja negara pada tahun-tahun sebelumnya yaitu di atas 95 persen sehingga berdampak terhadap indikator dan pertumbuhan ekonomi.
 
Di sisi lain, ia mengatakan untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2022 diperkirakan antara berada sedikit di bawah lima persen hingga lima persen karena dipenuhi dengan lebih banyak tantangan dibanding kuartal III-2022
 
“Kuartal IV memang agak menantang dibanding kuartal III yang sangat baik. Di kuartal IV ini kita juga ada base effect dibandingkan tahun lalu yang cukup tinggi di lima persen,” ucapnya.
 
Meski begitu, Febrio optimistis pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan 2022 masih mampu menyentuh 5,2 persen bahkan sedikit lebih tinggi.
 
“Untuk 2022 memang cukup solid, tantangan kita sekarang yang sedang kita siapkan adalah justru 2023. Kita berharap bisa terus mengantisipasi dan melakukan kebijakan yang kondusif untuk perekonomian kita,” ujarnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif