Baca: BI 7 Days Repo Rate Resmi Jadi Acuan Penetapan Suku Bunga
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto mengatakan, penurunan suku bunga menjadi langkah berbagai negara untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Terlebih lagi kondisi saat ini semua negara dihadapkan pada kelesuan perekonomian global.
"Di tengah situasi di mana negara hampir di seluruh dunia itu meningkatkan atau mempunyai stimulus pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya menurunkan tingkat suku bunga," ujarnya di Gedung OJK, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juni.
Dirinya menambahkan, penurunan suku bunga juga diklaim akan mendorong investasi dalam negeri. Pasalnya, kebutuhan dana melalui pinjaman bank bisa dinikmati dengan biaya yang lebih murah.
"Kalau nanti sektor swasta dan pemerintah butuh dana dari bank atau dari pasar modal itu biayanya jadi lebih murah. Dengan investasi yang banyak, itu akan berdampak ke masyarakat," jelas dia.
Selain itu, transmisi kebijakan moneter juga akan mempercepat penurunan suku bunga pinjaman dibandingkan menggunakan skema BI rate. Sementara risiko kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) juga akan lebih rendah seiring kemampuan orang membayar bunga kredit yang lebih murah.
"BI rate yang sekarang kan enggak mungkin diturunkan secara signifikan karena tenornya jangka panjang. Dengan tingkat suku bunga nanti rendah, NPL bank itu turun. Karena orang pinjam lebih murah, kembalikan uangnya lebih murah dan membuat iklim investasi jadi lebih baik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News