Bank Indonesia (BI). MI/Usman.
Bank Indonesia (BI). MI/Usman.

Oktober, Transaksi Repo Antar-Perbankan Turun

Eko Nordiansyah • 10 November 2016 14:41
medcom.id, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan untuk transaksi repo antar bank. Meskipun begitu, rata-rata harian untuk transaksi di pasar repo mencapai Rp1 triliun.
 
Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Nanang Hendarsyah mengatakan, penurunan terjadi karena likuiditas di pasar uang agak longgar. Namun demikian diprediksi akan terjadi peningkatan transaksi repo di akhir tahun.
 
Baca : Transaksi Repo Bisa Meningkat via Kesepakatan GMRA

"Oktober ini agak menurun karena likuiditas kembali melimpah di pasar. Biasanya ini musiman dan nanti Desember akan naik lagi, untuk kebutuhan pinjam meminjam. Dan harus di perhatian volume transaksi repo tak akan terus naik," kata dia di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).
 
Dirinya menambahkan penerbitan Peraturan BI (PBI) tidak akan secara langsung menaikkan transaksi repo. Apalagi jika melihat bahwa perbankan di Indonesia memiliki segmentasi yang berbeda sehingga aliran likuiditas tidak berjalan secara otomatis.
 
"Kita ada 106 bank dan sangat tersegmentasi, sehingga aliran likuiditas belum berjalan otomatis. Dengan adanya repo ini, karena berbasis agunan, jadi ada rasa lebih aman maka aliran likuiditas akan lebih aman dan credit line dibanding dengan pasar uang yang tidak berbasis agunan," jelas dia.
 
Nanang optimistis jika transaksi repo antar bank akan mengalami peningkatan. Walaupun peningkatan tidak akan secara langsung tapi manfaat repo untuk menjaga likuiditas perbankan akan dirasakan perbankan.
 
"Repo akan naik tapi tidak perlahan, karena awarnesnya sama antar direksi bank. Kami tidak hanya menerbitkan PBI, tapi juga asosiasi untuk pengunaan repo ini, di front office, middle office, dan mark to pasar. Dan bagaimana memanajemen collateral (jaminan)," pungkasnya.
 
Baca : OJK: Repo Jadi Transaksi Alternatif Pendanaan Jangka Pendek
 
Secara rata-rata volume transaksi repo saat ini Rp1 triliun per hari. Angkanya pernah mencapai Rp4 triliun per hari. Perubahan ini bergantung kondisi likuiditas pasar. Sementara itu outstanding repo saat ini Rp9,9 triliun, meningkat cukup signifikan dari Rp4,6 triliun di Januari 2016.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan