Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: AFP.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: AFP.

Pemerintah Optimistis Mampu Tekan Defisit di Tahun Depan

M Ilham Ramadhan • 16 Agustus 2022 21:40
Jakarta: Pemerintah mematok defisit anggaran tahun depan di level 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), setara dengan Rp598,2 triliun di dalam RAPBN 2023. Itu dinilai bukan sesuatu yang mustahil dicapai lantaran tren penurunan defisit secara konsisten terus terjadi.
 
"Indonesia dianggap exceptional, karena kita dalam tiga tahun sudah bisa membuat langkah-langkah agar APBN mengalami soft landing dari situasi yang sangat tidak biasa akibat pandemi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers Nota Keuangan secara daring, Selasa, 16 Agustus 2022.
 
Penurunan defisit secara konsisten terjadi sejak pemerintah membuka ruang untuk memperlebar kekurangan anggaran di 2020. Saat itu, defisit anggaran tercatat mencapai Rp953,3 triliun, atau 6,09 persen terhadap PDB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun hanya butuh waktu setahun, lebarnya kekurangan anggaran itu dapat dipersempit. Pada 2021 defisit anggaran tercatat turun menjadi Rp775,06 triliun, atau 4,57 persen terhadap PDB. Realisasi itu bahkan lebih rendah dari yang dipatok dalam APBN 2021 di level 5,7 persen terhadap PDB.
 
Baca juga: Patok Defisit Anggaran Rp598 Triliun, Jokowi: 2023 Jadi Tahun Pertama Defisit Kembali ke Level 3%

 
Sedangkan di 2022, pemerintah memperkirakan defisit berada di level 3,92 persen terhadap PDB, setara Rp732,2 triliun. Perkiraan itu juga bahkan lebih rendah dari target defisit dalam APBN-P 2022 yang mencapai 4,5 persen terhadap PDB.
 
"Kalau dilihat tiga tahun berturut-turut, negative growth defisit luar biasa, 2020 ke 2021 negative growth-nya 27 persen, tahun ini drop lagi 16 persen, dan tahun depan drop lagi 18 persen. Ini terjadi pada saat pemulihan ekonomi tetap terjaga APBN tetap digunakan tepat size, tepat level, dan tepat dari sisi waktu dan peruntukannya," jelas Sri Mulyani.
 
Atas rentetan catatan itu, dia optimistis konsolidasi fiskal yang diupayakan bakal berbuah manis dan APBN kembali dalam kondisi yang sehat. Diketahui, pemerintah dituntut untuk mengembalikan defisit anggaran maksimal tiga persen terhadap PDB di 2023. Ini merupakan amanat yang tertuang dalam UU 2/2020.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif