Ilustrasi Sidang Paripurna. Foto: MI/Mohamad Irfan
Ilustrasi Sidang Paripurna. Foto: MI/Mohamad Irfan

Tok! Ini Rincian Asumsi Dasar Makro yang Masuk dalam UU APBN 2023

Antara • 29 September 2022 20:25
Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 menjadi Undang-Undang.
 
“Kami menanyakan kembali kepada seluruh peserta sidang apakah RUU APBN 2023 dapat disetujui untuk disahkan menjadi Undang-Undang?,” kata Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel dalam Rapat Paripurna yang diselenggarakan di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 29 September 2022.
 
Sementara itu terdapat beberapa perubahan komponen asumsi dasar makro yang diusulkan pemerintah dalam RAPBN 2023, seperti tingkat inflasi dari sebelumnya diusulkan 3,3 persen menjadi 3,6 persen.
 
Baca juga: Soal APBN, Ini Isi Hati Sri Mulyani Kerja Bareng Presiden Jokowi 

Nilai tukar rupiah pun turut berubah dari usulan sebelumnya yang di level Rp14.750 per USD menjadi Rp14.800 per USD. Kemudian target lifting gas bumi berubah dari yang diusulkan sebelumnya sebesar 1.050 ribu barel setara minyak per hari menjadi 1.100 ribu barel setara minyak per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Postur APBN 2023 yang disepakati turut berubah dari usulan pemerintah yaitu pendapatan negara dari Rp2.443,5 triliun menjadi Rp2.463,0 triliun, belanja negara dari Rp3.041,7 triliun menjadi Rp3.061,1 triliun.
 
Untuk defisit anggaran secara nominal disepakati sama dengan usulan sebelumnya yaitu Rp598,15 triliun, namun secara persentase berubah dari 2,85 persen menjadi 2,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Untuk keseimbangan primer disepakati sama dengan usulan pemerintah yaitu sebesar Rp156,7 triliun.
 
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan tingkat bunga Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang disepakati tidak berubah dari usulan sebelumnya yaitu masing-masing di level 5,3 persen dan 7,9 persen.
 
Untuk asumsi harga minyak mentah Indonesia yang disepakati turut sesuai usulan sebelumnya yaitu sebesar USD90 per barel, sedangkan komponen lifting minyak bumi yang ditargetkan mencapai 660 ribu barel per hari.
 
Selain itu DPR RI turut menyepakati beberapa target pembangunan dalam APBN 2023 dan tidak berubah dari usulan pemerintah dalam RAPBN 2023.
 
Secara rinci Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam APBN 2023 disepakati antara 5,3 persen sampai 6 persen, tingkat kemiskinan 7,5 persen sampai 8,5 persen dan ketimpangan atau gini ratio direntang 0,375 sampai 0,378.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif