Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: AFP/Prakash Singh.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: AFP/Prakash Singh.

Soal APBN, Ini Isi Hati Sri Mulyani Kerja Bareng Presiden Jokowi

Antara • 29 September 2022 15:01
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku senang mempunyai presiden seperti Joko Widodo (Jokowi) karena tegas meminta pemerintah berhati-hati dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
"Kalau punya Presiden seperti Pak Jokowi tadi, Menkeu diminta berhati-hati (dalam menggunakan APBN), kita senang,” katanya dalam acara UOB Indonesia Economic Outlook, dilansir Antara, Kamis, 29 September 2022.
 
Dalam acara yang sama Jokowi berpesan kepada Sri Mulyani agar APBN dieman-eman atau dijaga dengan hati-hati serta harus produktif dan memunculkan return yang jelas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut harus dilakukan Sri Mulyani karena hampir seluruh negara saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang lemah, bahkan terkontraksi hingga diperkirakan resesi pada tahun depan.
 
Baca juga: Dunia Sedang Krisis, Presiden Minta Menkeu Eman-eman Jaga APBN 

Sri Mulyani pun mengatakan pesan Jokowi sangat relevan dengan pemerintah yang sedang berupaya mengoptimalisasi belanja pada kuartal IV tahun ini.
 
Pemerintah daerah dan pusat sampai kini, kata dia, baru membelanjakan anggaran di bawah 60 persen sehingga masih terdapat sisa sebesar 40 persen dari pagu yang harus dikebut hingga akhir tahun ini.
 
Ia mengakui kecepatan belanja pemerintah pusat dan daerah masih perlu diperbaiki mengingat sisa pagu yang harus dibelanjakan hingga kini masih tinggi yaitu mencapai sekitar Rp1.770 triliun.
 
Anggaran belanja sebesar Rp1.770 triliun tersebut meliputi sebesar Rp970 triliun oleh pemerintah pusat dan Rp800 triliun oleh pemerintah daerah.
 
"Jadi you can imagine, 40 persen belanja pemerintah pusat dan daerah akan terkonsentrasi pada tiga bulan terakhir,” ujarnya.
 
Menurut Sri Mulyani, pesan Jokowi akan menjadi benteng jika terdapat permintaan anggaran untuk belanja macam-macam atau tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
 
"Kalau nanti ada yang minta belanja macam-macam, kita bilang tadi Pak Presiden suruh hati-hati. Jadi itu membuat kita bisa melihat secara jauh lebih baik,” katanya.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif