Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko Nordiansyah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko Nordiansyah.

Sekuritisasi Aset, Sri Mulyani Ingatkan Krisis Subprime Mortgage

Eko Nordiansyah • 06 Juli 2022 14:15
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong sekuritisasi aset melalui skema Efek Beragun Aset (EBA). Sekuritisasi aset dinilai menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketersediaan pembiayaan perumahan yang saat ini mengalami kekurangan (backlog) mencapai 12,7 juta unit.
 
Namun begitu, ia mengingatkan, agar sekuritisasi aset ini dilakukan secara hati-hati dan dengan tata kelola yang baik. Apalagi dunia pernah mengalami krisis keuangan global pada 2008-2009 yang dipicu oleh permasalahan kredit perumahan (subprime mortgage) di Amerika Serikat (AS).
 
"Kalau diingat krisis global 2008-2009 ini dipicu mortgage securitization. Kalau itu menyebabkan krisis kenapa kita mau bangun? Karena permasalahannya bukan pada instrumennya itu, tapi bagaimana governance dan memetakan risiko," kata dia dalam video conference, Rabu, 6 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, Indonesia perlu belajar bukan hanya dari kisah sukses bagaimana sekuritisasi aset ini berhasil dilakukan tetapi juga dari kegagalan yang pernah terjadi. Hal ini diharapkan bisa mendorong adanya kehati-hatian dalam membuat sekuritisasi aset bisa terlaksana.
 
"Sekuritisasi ini bagaimana aset rumah yang jangka panjang 15 tahun dicicil pemiliknya bisa jadi underlying asset yang bisa di-issue dengan SBN baru, jadi bisa dijual di pasar sekunder, ini namanya efek beragun aset (EBA)," jelas dia.
 
Baca juga: Pakai APBN, Sri Mulyani Gelontorkan Rp85,7 Triliun untuk Subsidi Rumah MBR

 
Sri Mulyani menyebut, berbagai instrumen baru yang diciptakan ini diharapkan mampu membantu mengatasi masalah backlog perumahan yang cukup tinggi. Apalagi pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBN sebagai sumber pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
 
"Kalau pakai APBN saja enggak akan terkejar secara cepat. Saya harap kita bisa belajar dan sekaligus membangun inisiatif-inisiatif baru sekaligus melihat ekosistem perumahan di Indonesia, ini mana yang perlu kita perbaiki apakah regulasi, atau produk atau dari sisi edukasi kepada investor atau yang lain," pungkasnya.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif