Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/Moh Irfan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/Moh Irfan.

Pakai APBN, Sri Mulyani Gelontorkan Rp85,7 Triliun untuk Subsidi Rumah MBR

Eko Nordiansyah • 06 Juli 2022 12:33
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah menggelontorkan dana mencapai Rp85,7 triliun. Dana tersebut disalurkan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diberikan sejak 2010 sampai dengan semester I-2022.
 
"Total APBN untuk membantu tadi (pembiayaan perumahan melalui FLPP) mencapai Rp85,7 triliun. Ini angka yang luar biasa besar," kata dia dalam video conference, Rabu, 6 Juli 2022.
 
Untuk tahun ini, ia menyebut, anggaran FLPP yang disediakan dalam APBN mencapai Rp19,1 triliun untuk 200 ribu unit rumah. Namun Sri Mulyani mengatakan, jumlah tersebut masih cukup jauh dibandingkan dengan kebutuhan perumahan (backlog) yang mencapai 12,7 juta unit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"APBN, keuangan negara telah menyediakan pendanaan bersubsidi bagi 1,38 juta unit rumah. Dibutuhkan lebih banyak lagi karena tadi backlog-nya 12 juta, maka meski kita sudah mencapai yang signifikan tapi dibandingkan kebutuhan jelas masih belum memadai," ungkapnya.
 
Baca juga: Hingga Juli, Realisasi KPR FLPP Baru 49,78%

 
Ia menambahkan, pemerintah sejauh ini selalu menggunakan instrumen APBN guna membantu masyarakat, baik kelas bawah maupun kelas menengah. Salah satu bantuan yang diberikan kepada kelas menengah adalah menyediakan subsidi perumahan seperti yang dilakukan melalui FLPP.
 
Meski begitu, ia mengungkapkan, pemerintah akan terus berupaya menyediakan berbagai skema kredit rumah rakyat yang bersubsidi untuk mengurangi gap affordability. Selain subsidi melalui FLPP tadi, masih ada sejumlah program lain yang diberikan guna membantu masyarakat memiliki rumah.
 
"Jadi likuiditas untuk pembiayaan perumahan itu penting. Pemerintah juga memberikan subsidi selisih bunga (SSB), pemerintah juga men-create bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan. Jadi kita seolah-olah nabung tapi itu sebenarnya nyicil rumah," pungkas dia.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif