Investor Menyoroti Rapat Kebijakan BI
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta: Chief Market Strategist ForexTime (FXTM) Hussein Sayed mengatakan perdagangan di pasar Indonesia pada pekan ini akan cukup berwarna. Berbagai rilis laporan ekonomi domestik penting dan peristiwa berisiko penting menjadi salah satu penggeraknya.

Selain itu perhatian investor akan tertuju pada rapat kebijakan Bank Indonesia (BI) pekan ini yang diprediksi akan menaikkan suku bunga. Badan pemeringkat Moody's sebelumnya sudah memberi peringatan mengenai tekanan negatif yang terus menerus terhadap kurs rupiah dan berpotensi memengaruhi ekonomi Indonesia.

"BI mungkin menjadikan rapat kebijakan Mei sebagai momen untuk meningkatkan suku bunga guna menstabilkan rupiah dan mengurangi kekhawatiran investor mengenai arus keluar modal," ujar dia dalam analisanya, Selasa, 15 Mei 2018.

Dia menambahkan perhatian juga akan tertuju pada data perdagangan terkini yang dapat memberi petunjuk mengenai keadaan ekonomi Indonesia. Pasar memperkirakan Indonesia akan mencatat neraca perdagangan sebesar USD1,10 miliar di April.

Baca: BI: Ada Potensi Menaikkan Suku Bunga Acuan Segera

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebelumnya menilai saat ini dunia sedang dihadapkan dengan kondisi ekonomi yang disebut new normal. Kondisi itu ditandai dengan berakhirnya era suku bunga rendah atau nol persen dan datangnya era suku bunga tinggi yang dimulai oleh naiknya tingkat suku bunga acuan oleh Federal Reserve.

Membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) tidak ditampik turut memberikan efek terhadap langkah bank sentral AS menaikkan suku bunga. Apalagi, imbal hasil treasury AS sempat menembus level tiga persen. Bahkan, terkendalinya tingkat inflasi dan tingkat tenaga kerja yang kuat membuat kenaikan Fed Fund Rate (FFR) bisa kembali terjadi di tahun ini.

"Yang disebut normal yang baru ini adalah pada saat Federal Reserve menaikkan suku bunga. Kemudian imbal hasil treasury AS ikut terangkat," kata Sri Mulyani Indrawati, beberapa waktu lalu.

Menurutnya Indonesia perlu melakukan penyesuaian dengan kondisi new normal tersebut. Artinya, suku bunga acuan dari Bank Indonesia perlu dilakukan penyesuaian ke atas untuk mengimbangi kenaikan suku bunga yang terjadi di global.

Hal tersebut, lanjut Ani, sapaan akrabnya, perlu dilakukan untuk menarik minat investor agar tetap menempatkan dananya di Tanah Air serta menekan gejolak yang terjadi pada kurs.  Sebab, apabila suku bunga di negara lain meningkat namun Indonesia tidak mengikuti, investor akan lebih tertarik untuk berinvestasi di negara tersebut ketimbang Indonesia.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id