Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.

Lapor APBN 2021, Sri Mulyani Cerita Pemulihan Ekonomi

Eko Nordiansyah • 30 Juni 2022 16:50
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah memiliki optimisme perekonomian Indonesia akan semakin baik memasuki 2021. Optimisme ini seiring dengan tren pemulihan yang berlanjut sejak kuartal III-2020 dan dimulainya program vaksinasi di awal 2021.
 
"Namun demikian, pemerintah tetap waspada dengan ancaman dan ketidakpastian yang disebabkan oleh covid-19. Untuk itu, pemerintah melanjutkan kebijakan APBN yang fleksibel dan responsif selama 2021," kata dia dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Kamis, 30 Juni 2022.
 
baca juga: Kemenkeu: Penyaluran Dana Desa di Rote Ndao Tertinggi di NTT

Ia menyebut APBN Tahun Anggaran 2021 masih harus bekerja keras khususnya dalam menangani gelombang varian Delta yang muncul pada akhir Juni hingga Agustus 2021. Pada saat terjadi lonjakan kasus yang ekstrem, pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Darurat di sebagian besar wilayah NKRI.
 
Pemerintah menaikkan alokasi Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) menjadi Rp744,8 triliun atau meningkat 7,1 persen dibanding 2020 sebesar Rp695,2 triliun. Peningkatan alokasi ini merupakan bagian dari respons APBN untuk mengurangi tekanan yang terjadi pada masyarakat dan dunia usaha.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggaran kesehatan ditingkatkan untuk menangani dampak pada sektor kesehatan yang cukup berat. Selain itu, belanja perlindungan sosial juga diperluas dan diperpanjang periode penyalurannya untuk menjangkau masyarakat paling rentan agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Pemerintah juga memberikan stimulus fiskal bagi dunia usaha sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.
 
"Dengan berbagai upaya kebijakan tersebut, ekonomi Indonesia pada 2021 dapat tumbuh 3,69 persen. Sebuah capaian yang sangat baik di tengah situasi yang penuh tantangan. Level PDB riil pada 2021 bahkan sudah melebihi level masa pra-pandemi di 2019 di saat banyak negara di dunia belum kembali," ungkapnya.
 
Dalam Laporan Realisasi APBN, dijelaskan Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp2.011,3 triliun yang terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp1.547,8 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp458,5 triliun, dan Penerimaan Hibah sebesar Rp5,0 triliun.
 
Realisasi Pendapatan Negara tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2021, yaitu 115,35 persen atau tumbuh 22,06 persen dibandingkan realisasi tahun 2020. Realisasi Penerimaan Perpajakan 2021 mencapai Rp1.547,8 triliun tersebut atau 107,15 persen dari target APBN TA 2021, dan telah kembali pada level prapandemi pada 2019 yaitu Rp1.546,1 triliun.
 
Pada Tahun Anggaran 2021, Realisasi Belanja Negara mencapai Rp2.786,4 triliun atau 101,32 persen dari APBN Tahun Anggaran 2021. Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp2.000,7 triliun serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp785,7 triliun.
 
Berdasarkan realisasi Pendapatan Negara dan realisasi Belanja Negara, terdapat Defisit Anggaran sebesar Rp775,06 triliun. Realisasi defisit anggaran 2021 masih terkendali pada level 4,57 persen terhadap PDB. Angka defisit ini lebih rendah dari target APBN sebesar 5,70 persen.
 
Realisasi pembiayaan neto TA 2021 Rp871,7 triliun atau 86,62 persen dari target APBN Rp1.006,4 triliun. Pembiayaan tersebut terdiri dari Pembiayaan Dalam Negeri Rp881.6 triliun dan Pembiayaan Luar Negeri minus Rp9,9 triliun. Pembiayaan tahun 2021 difokuskan untuk menutup defisit dan dimanfaatkan untuk investasi Pemerintah pada BUMN dan BLU terutama untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM.
 
"Dengan defisit yang lebih rendah, sebagai akibat membaiknya pendapatan negara dan optimalisasi pembiayaan anggaran, terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 2021 sebesar Rp96,6 triliun. SiLPA tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kewajiban Pemerintah yang tertunda, agar kesinambungan fiskal APBN ke depan semakin baik dalam mendukung konsolidasi fiskal pada 2023," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif