Presiden Joko Widodo. FOTO: MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo. FOTO: MI/RAMDANI

Pandemic Fund Jadi Solusi Atasi Kesenjangan Pembiayaan Global untuk Hadapi Pandemi

Angga Bratadharma • 14 November 2022 16:02
Bali: Pandemic Fund yang pada awalnya dikenal dengan the Financial Intermediary Fund for Pandemic Prevention, Preparedness, and Response (FIF-PPR) secara resmi diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dilakukan dalam rangkaian KTT G20 Presidensi Indonesia di Bali.
 
Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan Indonesia hadir menyampaikan remarks dalam acara peluncuran tersebut. Acara yang dilaksanakan secara hybrid tersebut juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Australia, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Menteri Ekonomi dan Keuangan Italia, dan Presiden Bank Dunia.
 
Kemudian, juga dihadiri Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Menteri Kesehatan India, dan beberapa petinggi negara lainnya. Acara tersebut dibuka dengan penyampaian pidato kunci dan seremoni peluncuran Pandemic Fund atau Dana Pandemi oleh Presiden Jokowi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip keterangan tertulisnya, Senin, 14 November 2022, disebutkan pandemi tidak boleh lagi memakan banyak korban jiwa dan meruntuhkan sendi-sendi perekonomian global. Untuk itu, Presidensi G20 Indonesia terus mendorong arsitektur kesehatan global di mana dunia harus memiliki kapasitas pembiayaan untuk mencegah dan menghadapi pandemi.
Baca: Diwarnai Pandemi, B20 Berupaya Majukan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Kemudian membangun ekosistem kesehatan yang tersinergikan lintas negara. Perihal pembiayaan yang dibutuhkan USD31,1 miliar untuk PPR pandemi berdasarkan hasil studi Bank Dunia dan WHO, Presidensi G20 Indonesia melalui Gugus Tugas Gabungan Keuangan-Kesehatan G20, telah memberikan hasil yang konkret dengan dibentuknya Pandemic Fund pada 8 September 2022.
 
Hingga kini, lebih dari USD1,4 miliar komitmen finansial telah disampaikan oleh 24 donor baik dari negara G20, negara non-G20, dan lembaga filantropi. Komitmen ini diharapkan akan terus bertambah seiring peningkatan kepercayaan dan minat global untuk berkontribusi pada dana tersebut.
 
Pada acara Launching of the Pandemic Fund tersebut, Presiden Jokowi berterima kasih atas upaya kolektif, berkelanjutan, dan komitmen yang sudah dilakukan, khususnya kepada para donor baik dari negara-negara anggota G20 maupun non-G20, serta lembaga filantropi yang telah berkontribusi pada Dana Pandemi.
 
Selain kontribusi dana, Jokowi mengajak semua pihak untuk mendukung beberapa inisiatif yang ada terkait kesehatan global seperti pembentukan platform koordinasi penanggulangan darurat kesehatan. Menurutnya pembentukan Dana Pandemi dan komitmen awal kontribusi ini merupakan sebuah langkah awal yang baik.
 
"Namun demikian, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan dana ini mencapai tujuan yang dicita-citakan,” tegas Jokowi.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan Dana Pandemi ini akan ditargetkan sebagai katalisasi untuk sumber dana jangka panjang bagi penanggulangan pandemi, insentif bagi negara untuk meningkatkan investasinya terhadap PPR, serta penguatan koordinasi antar organisasi internasional.
 
"Dana Pandemi akan memainkan peran kunci dalam menjembatani kerja sama di antara anggota G20 baik negara maju maupun berkembang, anggota non-G20, dan pemangku kepentingan, termasuk filantropi, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil," kata Sri Mulyani.
 
Presiden Bank Dunia Malpass mengucapkan selamat kepada Indonesia karena telah menjadi tuan rumah G20 2022 dengan sangat baik dan menyampaikan apresiasinya atas komitmen dari donor untuk memperkuat Dana Pandemi.
 
"Dana pandemi adalah bukti adanya koordinasi global," pungkas Malpass.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif