Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Berlanjut

Angga Bratadharma • 07 November 2022 11:02
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur optimistis dan diperlihatkan melalui beberapa leading indicator yang meneruskan tren positifnya. Pada Oktober 2022, PMI Manufaktur Indonesia dalam zona ekspansif di level 51,8, sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menunjukkan persepsi konsumen yang ekspansif di level 117,2.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga dapat mencapai 5,6 persen (yoy) atau bahkan lebih tinggi. Inflasi pada Oktober 2022 juga mengalami penurunan menjadi 5,71 persen (yoy) ketimbang inflasi pada September 2022 yang tercatat 5,95 persen (yoy).
 
"Indonesia memiliki situasi yang berbeda dengan negara lain. Fundamental ekonomi Indonesia kuat. Tahun depan, defisit APBN kurang dari tiga persen," ungkap Airlangga, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 7 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga secara virtual dalam kegiatan Global Town Hall 2022. Diskusi marathon Global Town Hall 2022 digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama Global Citizen dan mengambil tema 'Sustaining Peace and Development in a Divided World'.
Baca: Tenang Pak Tani, Bulog Siapkan Dana Triliunan Serap Beras Petani

Dalam kegiatan tersebut, Airlangga hadir menjadi pembicara pada sesi yang berjudul 'Dear G20 Leaders: Hope and Suggestions from the Grassroots'. Di awal penjelasan, Airlangga menyampaikan Indonesia melaksanakan Presidensi G20 di saat yang penuh tantangan dengan adanya The Perfect Storm.
 
Meski demikian, Airlangga optimistis Presidensi G20 Indonesia berjalan maksimal dan menghasilkan concrete deliverables yang lebih baik. "Indonesia menggelar pertemuan G20 dengan cara yang berbeda. Kami mengundang representatif dari Uni Afrika dan juga negara-negara lainnya. Pertemuan G20 kali ini akan memiliki nuansa berbeda dari sebelumnya," kata Airlangga.
 
Pada sesi yang dilaksanakan dalam bentuk tanya jawab tersebut, Menko Airlangga menjelaskan beberapa hal terkait bahasan dalam Presidensi G20 yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital, transisi energi, dan ketahanan pangan.

 
Untuk kesehatan global, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia telah menghasilkan Financial Intermediary Fund yang berhasil mencatatkan komitmen senilai USD1,4 triliun. Sedangkan terkait transformasi digital, Airlangga menyebutkan inklusivitas menjadi hal penting dalam ekonomi digital.
 
Airlangga juga menjelaskan terkait upaya yang tengah dilakukan Indonesia dalam melakukan transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan, salah satunya dengan pengembangan proyek besar hydropower di Kalimantan Utara yang dapat menghasilkan 12 GigaWatt.
 
Proyek tersebut juga direncanakan menjadi salah satu program dalam inisiatif Amerika Serikat yakni Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII). Kemudian tentang ketahanan pangan, Indonesia menjadikan topik tersebut menjadi bahasan yang penting karena ketahanan pangan juga menjadi tantangan bagi pasar global.

 
"Yang berbeda antara G20 Indonesia dengan G20 sebelumnya adalah Indonesia berkonsentrasi pada deliverables yang akan dilampirkan dalam G20 Komunike. Jadi kita punya list deliverables dari negara-negara tersebut dan ini membuktikan kita tidak hanya berkomitmen dalam narasi, tetapi juga pada action plan," pungkas Airlangga.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif