Sri Mulyani: Kondisi Turki Menunjukkan Persoalan Serius di Global

Eko Nordiansyah 13 Agustus 2018 12:50 WIB
krisis turki
Sri Mulyani: Kondisi Turki Menunjukkan Persoalan Serius di Global
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai tekanan global yang beberapa hari terakhir berkembang menunjukkan persoalan yang serius. Bahkan tekanan global disebut meningkat seiring 'perang ekonomi' yang dilakukan antar negara-negara di dunia.

"Karena tidak hanya dari sisi magnitude-nya yang terjadi dinamika di Turki, tapi juga karena nature atau karakter dari persoalannya yang menunjukkan adanya persoalan yang sangat serius," kata dia ditemui di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 13 Agustus 2018.

Dirinya menambahkan, kondisi di Turki tidak hanya meningkatkan tekanan bagi mata uang domestiknya saja tetapi juga mata uang negara lain. Tak hanya dari sisi ekonomi, gejolak di Turki juga bisa menimbulkan tekanan secara politik dan keamanan di negara tersebut.

"Dari mulai masalah currency-nya tapi juga kemudian pengaruhnya exposure kepada ekonomi domestik dan terutama dari dimensi politik dan security di sana," jelas dia.

Baca: Erdogan: AS Melancarkan 'Perang Ekonomi' Melawan Turki

Tekanan global yang berasal dari ketengangan Turki dan Amerika Serikat (AS) membawa rupiah tertekan hingga level Rp14.600 per USD. Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp14.579 per USD dibandingkan penutupan pekan lalu yang berada di posisi Rp14.478 per USD.

Namun tak beberapa lama kemudian, rupiah tertekan hingga menembus level Rp14.600 per USD. Rupiah anjlok hingga mencapai 122 poin atau setara 0,84 persen. Adapun rentang gerak rupiah pada perdagangan pagi ini berada di posisi Rp14.544 per USD hingga Rp14.609 per USD.

Sedangkan mencatat data Yahoo Finance, rupiah masih berada di level Rp14.590 per USD atau melemah hingga mencapai 120 poin yang setara 0,81 persen. Sebelumnya rupiah berdasarkan data ini berada di Rp14.470 per USD.

Bukan hanya rupiah, Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi pertama masih tertekan. IHSG jeblok hingga 200,13 poin atau setara 3,293 persen ke 5.877. Sementara pada bel pembukaan perdagangan IHSG sempat berada di level 6.029.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id