Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Mantap, Ekonomi Indonesia Cenderung Menguat!

M Ilham Ramadhan • 21 September 2022 14:45
Jakarta: Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Abdurohman mengatakan pemulihan ekonomi Indonesia berada pada jalur yang tepat dan cenderung menguat, meski ancaman global meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan tren pertumbuhan tiga kuartal terakhir yang terjadi di Tanah Air.
 
"Perekonomian terus pulih selama tiga kuartal terakhir. Perekonomian secara konsisten berhasil tumbuh di atas lima persen, di kuartal II tahun ini, kami mampu tumbuh 5,44 persen. Saya pikir ini melebihi ekspektasi para analis pasar, terutama didorong oleh konsumsi dan kinerja ekspor yang kuat," jelasnya dalam diskusi bersama Asian Development Bank (ADB), Rabu, 21 September 2022.
 
Pemerintah, kata Abdurohman, meyakini ekonomi sepanjang tahun ini akan berada di kisaran 5,1 persen hingga 5,4 persen, mendekati prakiraan tertinggi. Itu karena berbagai indikator dan pergerakan ekonomi dalam negeri terus menunjukkan penguatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kuartal III-2022, misalnya, pertumbuhan ekonomi diyakini akan melampaui capaian pertumbuhan kuartal sebelumnya. Selain didorong oleh pemulihan, faktor low base effect menjadi penopang lain yang dapat mengungkit level pertumbuhan.
 
"Kita punya banyak efek ini ke Delta Varian kuartal ketiga tahun lalu. Saya pikir kuartal ketiga tahun ini akan lebih kuat dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal kedua," kata Abdurohman.
 
Sedangkan dari sisi inflasi, pemerintah memperkirakan akan berada di kisaran 6,6 persen hingga 6,8 persen. Perkiraan itu jauh lebih tinggi dari yang diproyeksikan oleh ADB di level 4,6 persen. Kendati begitu, peningkatan inflasi diyakini tak akan menggerus daya beli atau tingkat konsumsi masyarakat.
 
Sebab pemerintah telah mengalihkan sebagian penambahan dana subsidi ke bantuan sosial. Hal itu dianggap dapat menjaga dan menguatkan daya beli masyarakat meski terjadi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
"Di situlah saya pikir pada 2022 pertumbuhannya akan tetap cukup kuat meskipun ada penyesuaian harga BBM," jelas Abdurohman.
 
Baca juga: Lho! ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 5% Tahun Depan

 
Sedangkan Kepala Ekonom Bank Mandiri Dian Ayu Yustina menyatakan, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid meski sejumlah negara mengalami pelemahan akibat sejumlah peristiwa dunia. Dengan kondisi itu, ia menilai pertumbuhan sepanjang tahun ini akan berada di level 5,17 persen.
 
"Indonesia berada dalam fase pemulihan yang kuat tahun ini meski ada beberapa kejadian dunia yang banyak mempengaruhi perekonomian. Tapi kita juga tahu Indonesia sangat diuntungkan dari kenaikan harga komoditas akibat invasi Rusia ke Ukraina," jelasnya.
 
Hal yang perlu diperhatikan Indonesia ialah adanya potensi pelemahan ekonomi dunia, atau bahkan resesi global di 2023. Pasalnya, ancaman itu akan mendorong banyak pemerintahan dan bank sentral melakukan normalisasi kebijakan.
 
Hal itu dinilai akan cukup berdampak bagi perekonomian domestik. Karenanya, Dian memperkirakan ekonomi Indonesia akan sedikit mengalami perlambatan tahun depan bila dibandingkan dengan tahun ini. Diperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh di level 5,04 persen.
 
"Dengan kemungkinan dinamika ekonomi dunia tahun depan, dari sisi domestik kita juga mungkin akan melakukan normalisasi kebijakan. Belum lagi upaya konsolidasi fiskal pemerintah untuk mengembalikan defisit maksimal tiga persen terhadap PDB," kata Dian.
 
"Jadi pertumbuhan 2023 akan sedikit terdampak dan sedikit melambat karena risiko global di 2023 akan jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini," pungkasnya.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif