NEWSTICKER
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Airlangga: Dana Asing Bukan hanya Kabur dari Indonesia

Ekonomi investasi asing capital outflow
Suci Sedya Utami, Nur Azizah • 28 Februari 2020 18:41
Jakarta: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan amblesnya bursa saham dan nilai tukar bukan hanya dialami oleh Indonesia. Aliran modal asing juga keluar dari negara-negara lain.
 
"Penanaman modal di Indonesia anjlok itu karena efek global, bukan Indonesia saja. Jadi kalau efek global terhadap pasar modal kita wait and watch," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Februari 2020.
 
Ia menilai wabah virus korona berdampak pada pelemahan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) dan tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dola Amerika Serikat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, mantan Menteri Perindustrian ini mengatakan pemerintah dan pemangku kebijakan lain tentu tidak akan tinggal diam dengan pelemahan tersebut. Ia bilang pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan untuk tetap menopang perekonomian nasional.
 
Berdasarkan catatan Medcom.id, IHSG berada di level 5.452,7 pada penutupan perdagangan Jumat, 28 Februari 2020. IHSG masih "meradang" dengan turun 82,9 poin atau 1,50 persen dibandingkan pembukaan perdagangan di level 5.436,1.
 
Baca: Dana Asing Keluar Rp30,8 Triliun Akibat Virus Korona
 
Adapun IHSG sempat terpuruk 222 poin atau sekitar empat persen di level 5.313 pada pukul 10.31 WIB. Pada penutupan perdagangan, 90 saham menguat, 330 saham melemah, dan 104 saham stagnan.
 
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Jumat, 28 Februari 2020 berada di level Rp14.317 per USD. Rupiah terpuruk 292,5 poin atau 2,09 persen dibandingkan pembukaan perdagangan di level Rp14.060 per USD.
 
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar atau outflow mencapai Rp30,8 triliun sejak awal 2020. Jumlah itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) Rp26,2 triliun dan saham Rp4,1 triliun. Gubenur BI Perry Warjiyo mengatakan keluarnya dana asing lantaran investor global melepas kepemilikan investasi portofolionya di banyak negara, termasuk Indonesia.
 
BI pun melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ancaman penyebaran virus korona. Intervensi tersebut dilakukan melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp100 triliun dari pasar sekunder.
 
"Tahun ini secara keseluruhan kita beli sampai 27 Februari Rp100 triliun, kita beli dari pasar sekunder," kata Perry.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif