Ilustrasi warga di Tiongkok. Foto: AFP.
Ilustrasi warga di Tiongkok. Foto: AFP.

Dana Asing Keluar Rp30,8 Triliun Akibat Virus Korona

Ekonomi Virus Korona capital outflow
Desi Angriani • 28 Februari 2020 16:18
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar atau outflow mencapai Rp30,8 triliun sejak awal 2020. Jumlah itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) Rp26,2 triliun dan saham Rp4,1 triliun.
 
Gubenur BI Perry Warjiyo mengatakan dana asing tersebut keluar lantaran investor global melepas kepemilikan investasi portofolionya di banyak negara, termasuk Indonesia. Hal ini imbas dari kekhawatiran atas merebaknya virus korona sejak beberapa waktu terakhir.
 
Secara year to date, total outflow di Indonesia mencapai Rp16 triliun. Angka itu terdiri dari SBN sebesar Rp11 triliun, saham Rp1,6 triliun dan sisanya korporasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aliran modal asing secara netto bulan ini untuk SBN terjadi outflow Rp26,2 triliun sampai 27 Februari 2020, kemudian saham Rp4,1 triliun dengan total Rp30,8 triliun," kata Perry di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020.
 
Perry menjelaskan derasnya outflow berimbas pada fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga saham. Mata uang Garuda terkoreksi 1,08 persen year to date (ytd) atau diperdagangkan di level Rp14 ribu per USD. Sementara itu, IHSG terpangkas 1.000 sejak awal tahun atau merosot 20 persen menjadi 5.650.
 
"Dampak terhadap harga saham, turun sejak akhir Januari kurang lebih 20 persen jadi 5.650 -an IHSG. Pengaruh tehadap nilai tukar alami pelemahan 1,08 persen ytd sampai 27 Februari diperdagangkan sekitar Rp14 ribu per USD," ungkap dia.
 
Meski demikian, pelemahan rupiah relatif rendah dibandingkan dengan mata uang negara lainnya. Di antaranya, won Korea melemah 5,07 persen, baht Thailand 6,42 persen, dolar Singapura 3,76 persen, dan ringgit Malaysia melemah 2,91 persen.
 
"Bandingkan dengan negara lain, pelemahan rupiah relatif rendah dibandingkan dengan mata uang lain," tambah dia.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 28 Februari 2020, Rupiah merosot pada perdagangan spot exchange siang ini ke level Rp14.290 per USD. Posisi tersebut merupakan tertinggi lantaran melemah 2,45 persen. Kemudian perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat siang ini terjun bebas 4,042 persen atau turun 223,7 poin ke posisi 5.311,961.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif