Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Tujuan pembangunan ekonomi
- Meningkatkan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan pokok hidup, seperti pangan,sandang,papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan.
- Meningkatkan standar hidup, yang meliputi peningkatan pendapatan, penambahan penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultural dan kemanusiaan sehingga selain secara materiil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga menumbuhkan jati diri sebagai pribadi dan bangsa.
- Memperluas pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap individu serta bangsa secara keseluruhan dengan membebaskan diri dan bangsa dari sikap menghamba dan ketergantungan terhadap orang lain atau bangsa lain.
Pembangunan memiliki tiga nilai inti, yaitu:
- Kecukupan, artinya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan dasar.
- Jati diri, artinya menjadi manusia yang seutuhnya.
- Kebebasan dari sikap menghamba, artinya kemampuan untuk menentukan pilihan sendiri.
| Baca juga: Menkeu Pede APBN Bisa Pulih Tanpa Korbankan Perekonomian |
Faktor yang memengaruhi pembangunan ekonomi
Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.
Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di antaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.
Ciri-ciri pembangunan ekonomi
- Adanya peningkatan GNP dan pendapatan perkapita yang disertai pemerataan.
- Terjadinya perubahan struktur ekonomi.
- Adanya perkembangan teknologi.
- Adanya peningkatan kesejahteraan yang merata.
Adapun pentingnya indikator-indikator pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:
- Memantau perilaku perekonomian.
- Kepentingan analisis ekonomi.
- Dasar pengambilan keputusan.
- Dasar perbandingan internasional.
Pembangunan ekonomi memiliki tiga indikator pokok. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing Indikator Pembangunan Ekonomi:
Indikator Moneter
Indikator ini berkaitan dengan uang. Uang di sini berupa tingkat income yang diterima oleh masyarakat. Dalam indikator moneter, ada beberapa indikator yang dapat diukur, yakni:
1. Indikator Non-Moneter
Indikator ini merupakan indikator yang diambil dari beberapa hal pokok yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Sama halnya dengan indikator sebelumnya, Indikator memiliki beberapa macam-macam sub-indikator. Berikut ini adalah uraiannya.
2. Indikator Sosial
Menurut Beckerman, cara yang dirasa paling tepat adalah cara yang dilakukan oleh Gilbert dan Kravis. Cara ini merupakan usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan dan pembangunan di berbagai Negara dengan memperbaiki metode pembanding dengan menggunakan data pendapatan nasional dari masing-masing Negara.
| Baca juga: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,6% pada 2025 |