Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Pemerintah Dorong Akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah

Angga Bratadharma • 07 Desember 2022 14:30
Jakarta: Perekonomian global saat ini tengah mengalami perlambatan dan diproyeksikan akan tumbuh 3,2  persen pada 2022 dan 2,7 persen pada 2023. Kecenderungan ini juga diperlihatkan Purchasing Managers’ Index Indonesia yang kembali melambat, meski masih dalam zona ekspansi yakni 50,3 pada November, yang bulan sebelumnya berada pada angka 51,8.
 
Di sisi lain, tingkat inflasi usai kenaikan BBM di September lalu telah memperlihatkan penurunan dan menyentuh 5,42 persen (yoy) pada November. Sementara itu, keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,72 persen pada triwulan III-2022 juga terus di jaga pemerintah, termasuk dengan mengakselerasi transformasi ekonomi digital.
 
"Jadi, ini digitalisasi menjadi sangat penting, dan kami mohon kepada daerah untuk terus mendorong digitalisasi karena diperkirakan ini menjadi program Indonesia berikutnya sesudah G20 di Indonesia," jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Pengarah Satuan Tugas P2DD, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 7 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Urgensi transformasi ekonomi berbasis digital juga tercermin dari isu prioritas yang diusung dalam Presidensi G20 Indonesia. Bahkan dalam Keketuaan ASEAN 2023, Indonesia menjadikan Digital Ekonomi Framework Agreement sebagai salah satu target yang ingin dicapai.
Baca: Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Capai 5% di 2023

Dalam skema Digital Ekonomi Framework Agreement, Indonesia telah menyiapkan QRIS yang interoperable antar negara-negara ASEAN. Dengan penggunaan QRIS secara regional, kebutuhan terhadap dolar diharapkan akan menurun dan sekaligus memperkuat cadangan devisa nasional.
 
Airlangga mendorong Satgas P2DD dan Tim P2DD untuk memperkuat koordinasi di pusat dan daerah guna mendorong digitalisasi, khususnya percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (pemda). Sesuai hasil sejumlah kajian, pemda yang menggunakan elektronifikasi transaksi mengalami kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 11,1 persen per tahun.
 
"Kami juga mengapresiasi P2DD bersama timnya sudah on track mencapai target di 2021 dan 2022. Di 2023 P2DD menargetkan 65 persen pemda masuk dalam kategori digital. Dengan ini saya tentu mengharap dukungan gubernur, bupati, dan wali kota, dan TP2DD ini menjadi besar dan menjadi penting,” pungkas Airlangga.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif