Ekonomi indonesia. Foto: MI.
Ekonomi indonesia. Foto: MI.

Begini Tahapan Keluar dari Jebakan Kelas Menengah Versi Ekonom

Antara • 10 November 2022 09:04
Jakarta: Ekonom Makro Ekonomi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI Teuku Riefky memaparkan berbagai langkah yang harus ditempuh Indonesia untuk keluar dari middle income trap atau jebakan pendapatan kelas menengah.
 
Saat ditemui di sela seminar Dies Natalis ke-72 FEB UI oleh Lembaga Manajemen (LM) FEB UI di Kampus Salemba, Jakarta, dia mengatakan Indonesia perlu melakukan transisi ke sektor industri yang memberikan output besar. Namun membutuhkan tenaga kerja yang sedikit.
 
baca juga: Indonesia Kebal Resesi

Dia memaparkan transisi harus dilakukan dari first stage yakni sektor komoditas/pertanian yang serapan tenaga kerjanya banyak, namun output-nya relatif kecil, ke second stage yakni sektor manufaktur yang output-nya besar namun serapan tenaga kerjanya juga besar.
 
Kemudian transisi ke third stage yakni sektor tersier/service yang output-nya besar, namun serapan tenaga kerjanya relatif kecil, seperti perusahaan teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Middle income trap adalah kalau kita gagal berangkat dari stage 1,5 ke 2 atau 2 ke 3," kata Riefky, dilansir Antara, Kamis, 10 November 2022.
 
Demi mencapai tahap itu, menurut dia, kuncinya adalah mendorong investasi ke sektor manufaktur yang menghasilkan nilai tambah yang lebih.
 
"Jadi perlu adanya hilirisasi. Kalau kita terus berkutat di sektor yang katakanlah nilai tambahnya rendah, misalnya pengolahan sawit, pengolahan tekstil, pengolahan produk kulit, kita tidak meningkat skill-nya," kata Riefky.
 
Selain itu, dia mengatakan permasalahan Indonesia belum bisa keluar dari middle income trap, karena tidak ada konsistensi kebijakan karena kebijakan berubah ketika rezim berganti.
 
Padahal, menurut dia, sebuah negara membutuhkan waktu 20 hingga 30 tahun untuk keluar dari middle income trap. "Indonesia rentan terhadap middle income trap karena setiap rezim berubah, sektor yang didorong juga berubah," kata Riefky.
 
Dia mengingatkan momentum keunggulan bonus demografi Indonesia hanya sampai 2035, yang setelahnya piramida usia penduduk akan berbalik, dengan usia nonproduktif akan menjadi lebih banyak.
 
Artinya, momentum Indonesia untuk keluar dari middle income trap hanya sisa 13 tahun lagi, sisanya akan lebih sulit untuk dilakukan.
 
"Kalau penduduk yang usia produktif menjadi tua, padahal selama usia produktif dia tidak produktif, ini menjadi beban, satu beban fiskal tentu dari berbagai macam asuransi. Dependency ratio juga menjadi berat, satu masyarakat produktif menanggung lebih banyak masyarakat tidak produktif, " kata Riefky.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif