Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berpotensi berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam situasi tersebut, disiplin mengelola keuangan menjadi fondasi penting agar kondisi finansial tetap terjaga.
Sejalan dengan tantangan tersebut, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota holding BUMN IFG yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, menekankan pentingnya kesiapan finansial sejak dini. Menurut IFG Life, stabilitas keuangan tidak hanya ditentukan oleh besar pendapatan, tetapi juga kebiasaan mengelola uang secara konsisten.
“Di tengah tekanan ekonomi, literasi keuangan memiliki peran yang semakin strategis. IFG Life berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan perlindungan jiwa dan kesehatan, tetapi juga mendampingi masyarakat membangun ketahanan finansial melalui edukasi dan perencanaan yang lebih terarah,” ujar Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi.
Memasuki 2026, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dijadikan resolusi untuk memperkuat kondisi keuangan jangka panjang.
1. Biasakan Menyisihkan Dana di Awal Bulan
Menabung tetap menjadi pilar utama dalam perencanaan keuangan. Tantangannya bukan pada nominal, melainkan konsistensi.Salah satu cara efektif adalah menyisihkan dana segera setelah menerima gaji.
Dana tersebut dapat langsung dialokasikan ke rekening tabungan atau rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi.
Dengan menempatkan tabungan sebagai pos prioritas, kebiasaan ini dapat berjalan otomatis tanpa bergantung pada sisa pengeluaran di akhir bulan.
2. Tahan Diri Sebelum Berbelanja
Kemudahan transaksi digital sering kali mendorong pembelian impulsif. Untuk menghindarinya, penting membangun kebiasaan mengevaluasi sebelum membeli.Memberi jeda satu hingga dua hari sebelum melakukan pembayaran, terutama untuk barang non-esensial, dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih rasional.
Tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, bermanfaat, dan sesuai anggaran. Langkah sederhana ini dapat menekan pengeluaran tanpa harus sepenuhnya menghilangkan aktivitas belanja.
3. Cermat Mengelola Layanan Berlangganan
Layanan berbasis langganan kini menjadi bagian dari gaya hidup modern, mulai dari hiburan hingga aplikasi produktivitas.Meski terlihat kecil, biaya rutin yang terus berjalan dapat menggerus keuangan jika tidak diawasi. Melakukan pengecekan berkala terhadap langganan aktif melalui e-wallet atau kartu kredit menjadi kebiasaan yang perlu dibangun.
Menggunakan satu email khusus untuk layanan berbayar juga dapat memudahkan pelacakan dan membantu menghentikan layanan yang sudah tidak lagi digunakan.
4. Kenali Perlindungan Finansial yang Dimiliki
Risiko tak terduga dapat muncul kapan saja, sehingga memahami perlindungan yang dimiliki menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan.Mulai dari asuransi hingga BPJS, setiap perlindungan memiliki manfaat, ketentuan, dan batasan yang perlu dipahami agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Saat ini, sejumlah perusahaan asuransi, termasuk IFG Life, telah menghadirkan layanan digital untuk memudahkan nasabah mengakses informasi polis dan proses klaim. Melalui aplikasi One by IFG, nasabah dapat memantau perlindungan yang dimiliki tanpa harus membuka dokumen fisik.
5. Tentukan Batas Pengeluaran Gaya Hidup
Niat berhemat sering kali gagal tanpa batasan yang jelas. Karena itu, menetapkan “limit hidup” atau batas maksimal pengeluaran untuk kebutuhan gaya hidup seperti makan di luar, hiburan, dan aktivitas sosial menjadi langkah penting.Batas ini sebaiknya ditentukan sejak awal bulan dan dibuat lebih rendah dari kapasitas finansial yang tersedia. Dengan begitu, pengeluaran tetap terkendali tanpa menghilangkan ruang untuk menikmati hidup.
Pada akhirnya, membangun keuangan yang lebih sehat tidak selalu membutuhkan perubahan drastis. Konsistensi dalam kebiasaan kecil justru menjadi kunci utama.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, perencanaan yang realistis dan disiplin dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu menjaga stabilitas finansial. Dengan langkah yang lebih sadar dan terukur, 2026 dapat dihadapi dengan kesiapan yang lebih baik, bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk tumbuh secara finansial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News