Aplikasi investasi ini dibanjiri lebih dari dua juta unduhan baru sepanjang tahun, melonjak sekitar 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di balik angka tersebut, Bibit mencatat lebih dari 1,7 juta portofolio aktif yang sedang dikelola pengguna, dengan 38 ribu di antaranya berhasil mencapai target keuangan yang telah ditetapkan.
Menurut Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, capaian tersebut bukan sekadar statistik pertumbuhan bisnis. Setiap portofolio yang tercapai merepresentasikan tujuan nyata investor mulai dari dana pendidikan, pernikahan, kepemilikan rumah, hingga persiapan pensiun.
“Ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat menggembirakan karena artinya semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek investasi. Selanjutnya, kami ingin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat untuk tumbuh bersama Bibit,” kata William.
Pertumbuhan Bibit pada 2025 berjalan seiring dengan ekspansi investor pasar modal nasional. William turut menyoroti keberhasilan regulator pasar keuangan mencapai 20 juta investor pasar modal, yang dinilai sebagai tonggak penting dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Kepercayaan publik terhadap platform digital juga tercermin dari pencapaian Bibit dalam memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Melalui kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, serta pemerintah daerah di Aceh, Bibit memfasilitasi verifikasi 2.025 rekening pasar modal milik aparatur sipil negara dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2025.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh kolaborasi dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Secara khusus, terkait pemecahan rekor MURI, kami berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia Wilayah Aceh, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Aceh serta Pemerintah Kota Langsa di Aceh,” tambahnya.
Disiplin Investasi Jadi Kunci
Dari sisi produk, Bibit terus mendorong kebiasaan investasi jangka panjang melalui Systematic Investment Plan (SIP). Strategi ini menggabungkan prinsip investasi berkala dan efek compounding, dengan setoran rutin yang disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu masing-masing investor.Hasilnya, hampir 300 ribu tujuan keuangan direncanakan melalui SIP sepanjang 2025. Model ini dinilai efektif membangun disiplin investasi tanpa harus memantau pasar setiap hari.
Secara demografi, pertumbuhan paling agresif datang dari kelompok usia muda. Bibit mencatat kenaikan 24 persen investor berusia di bawah 30 tahun, sementara kelompok usia di atas 30 tahun tumbuh 11 persen. Dari sisi kinerja, sekitar 1,2 juta investor berhasil membukukan keuntungan sepanjang tahun.
Sejak berdiri pada 2019, Bibit memang memposisikan diri sebagai pintu masuk investasi dengan modal terjangkau mulai dari puluhan ribu rupiah. Kini, platform tersebut telah berkembang menjadi ekosistem investasi multi-aset, mencakup reksa dana, surat berharga negara ritel, hingga saham.
“Capaian 2025 menjadi fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan. Harapannya, tren positif ini bisa terus berlanjut di 2026 dan seterusnya,” tutup William.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News