Kondisi ini biasanya terjadi karena tidak adanya transaksi dalam jangka waktu tertentu. Meski terdengar mengkhawatirkan, rekening dormant sebenarnya masih bisa diaktifkan kembali dengan langkah yang cukup sederhana.
Rekening dormant merupakan status yang diberikan oleh bank terhadap rekening yang tidak memiliki aktivitas transaksi selama periode tertentu, umumnya sekitar 6 bulan berturut-turut.
Perlu diketahui, tidak semua perubahan saldo dianggap sebagai aktivitas. Potongan biaya administrasi, pajak, hingga bunga atau bagi hasil tidak termasuk transaksi aktif. Artinya, meskipun saldo berubah, rekening tetap bisa dianggap tidak aktif oleh sistem bank.
Status ini juga menjadi bagian dari sistem keamanan bank untuk mencegah potensi penyalahgunaan rekening yang sudah lama tidak digunakan.
| Baca juga: Tak Aktif Bertahun-tahun? Simpanan Nasabah Bisa Masuk Status Rekening Dormant |
Penyebab rekening menjadi dormant
Ada beberapa faktor yang membuat rekening menjadi tidak aktif, bahkan tanpa disadari oleh pemiliknya.Salah satu penyebab paling umum adalah memiliki terlalu banyak rekening. Banyak orang membuka rekening di beberapa bank, namun hanya menggunakan satu rekening utama. Rekening lainnya pun akhirnya dibiarkan tanpa transaksi.
Selain itu, pergantian rekening payroll saat berpindah pekerjaan juga sering menjadi penyebab. Rekening lama yang tidak lagi digunakan perlahan menjadi dormant.
Ada juga kasus di mana rekening sengaja digunakan sebagai tempat menyimpan dana darurat. Namun karena tidak pernah digunakan sama sekali, sistem bank tetap menganggap rekening tersebut tidak aktif.
Cara mengaktifkan kembali rekening dormant
Melansir laman Bank Mega Syariah, kamu tidak perlu khawatir jika rekening sudah berstatus dormant. Selama rekening belum ditutup permanen, reaktivasi masih bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut:1. Datang ke Kantor Cabang Bank
Cara paling umum adalah dengan mengunjungi kantor cabang bank terdekat. Proses ini biasanya tidak bisa diwakilkan, sehingga nasabah harus datang langsung.
2. Siapkan dokumen penting
Pastikan kamu membawa dokumen yang dibutuhkan, seperti:
- KTP asli yang masih berlaku
- Buku tabungan
- Kartu ATM atau kartu debit
3. Lakukan transaksi setoran
Agar rekening kembali aktif, kamu perlu melakukan transaksi. Biasanya, Customer Service akan meminta setoran tunai dengan nominal tertentu, umumnya mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000, tergantung kebijakan bank.
4. Gunakan mobile banking atau call center
Beberapa bank kini sudah menyediakan opsi reaktivasi tanpa harus datang ke cabang. Nasabah bisa menghubungi call center resmi atau melakukan verifikasi melalui aplikasi mobile banking, misalnya dengan fitur biometrik. Setelah itu, biasanya diperlukan transaksi masuk untuk mengaktifkan kembali rekening.
Mengaktifkan kembali rekening dormant penting untuk memastikan akses ke dana tetap aman dan fleksibel. Selain itu, rekening aktif juga memudahkan kamu dalam mengatur keuangan, terutama jika rekening tersebut masih terhubung dengan layanan lain seperti investasi, pembayaran, atau payroll.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News