"Kalau berdasarkan laporan BUMN ke kami, sudah siap. Tapi saya kira tunggu akhir bulan Maret, ya," ungkapnya di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.
Laporan Kementerian BUMN itu, sambungnya, sudah mencakup skema pembayaran yang akan dilakukan. Dalam skema itu, pembayaran akan dilakukan beberapa fase agar bisa berjalan cepat dan juga tidak memberatkan keuangan pemerintah.
"Kita sudah dapat skemanya, sudah disampaikan dan sudah dibahas. Kita juga ada beberapa usulan supaya disempurnakan, supaya beban kepada negara tidak terlalu berat," lanjut Faisol.
Meski tak membeberkan perincian besaran yang akan dibayarkan, Faisol mengakui akan ada beberapa negosiasi yang dilakukan agar win-win solution.
"Saya belum lihat secara detail. Skemanya sudah dilihat, tapi sampai berapa besarannya, saya belum tahu. Yang pasti, mereka harus bayar sesuai jatuh tempo. Kan mereka negosiasi dulu dengan pemegang polis. Saya rasa sekarang ini lagi proses negosiasi. Mungkin sampai puluhan miliar rupiah," pungkasnya.
Baca: Dana Nasabah Jiwasraya Tahap Pertama Dibayarkan Maret 2020
Utang klaim Jiwasraya per 17 Februari 2020 telah mencapai Rp16,7 triliun. Jumlah tersebut meningkat dari total utang klaim pada akhir 2019 senilai Rp12,4 triliun.
Tekanan likuiditas Jiwasraya saat ini didominasi utang klaim saving plan yang mencapai sekitar 97 persen dari total polis atau senilai Rp16,3 triliun bagi 17.370 pemegang polis. Selain itu, Rp400 miliar sisanya merupakan utang klaim polis tradisional dari 3.587 pemegang polis korporasi dan ritel.
Jiwasraya juga mencatatkan total liabilitas sekitar Rp51 triliun, dengan total aset sekitar Rp22 triliun. Alhasil, ekuitas Jiwasraya menjadi minus Rp29 triliun dan risk based capital (RBC) mencapai minus 1.307 persen. Padahal berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), modal minimum (RBC) yang harus dipenuhi perusahaan asuransi, baik umum maupun jiwa, ialah 120 persen.
RBC adalah rasio solvabilitas yang menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan asuransi. Kian besar RBC, kian sehat pula kondisi finansialnya. Untuk mencapai nilai RBC sampai 120 persen, jumlah dana yang dibutuhkan Jiwasraya sebesar Rp32,89 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News