Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Waspadai Potensi Koreksi

Annisa ayu artanti • 16 April 2026 09:45
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka naik 0,52% ke level 7.663 pada perdagangan pagi ini.
  • Tekanan sebelumnya dipicu sektor bank dan aksi ambil untung.
  • IHSG berpotensi fluktuatif, dengan support di kisaran 7.500.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari ini dengan penguatan. Pada pembukaan Kamis pagi, IHSG tercatat naik 39,75 poin atau 0,52 persen ke level 7.663,34.
 
Seiring dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut menguat sebesar 2,74 poin atau 0,36 persen ke posisi 762,69, mencerminkan sentimen positif di awal perdagangan.

Wall Street bergerak variatif

Pergerakan IHSG hari ini tidak lepas dari pengaruh bursa global. Pada perdagangan sebelumnya, indeks di Wall Street ditutup bervariasi.
 
Dow Jones Industrial Average tercatat melemah -0,15 persen ke level 48.463,72. Sementara itu, S&P 500 naik +0,80 persen ke posisi 7.022,95, dan Nasdaq Composite menguat +1,59 persen menjadi 24.016,02.
 
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Sentuh Level 7.750 di Awal Perdagangan

IHSG sempat tertekan, ini penyebabnya

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG mengalami pelemahan sebesar -0,58% ke level 7.623 dengan net foreign sell Rp -1,23 triliun.

Tekanan tersebut dipicu oleh sektor perbankan serta aksi ambil untung (taking profit) setelah indeks mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir.

Level Penting dan Proyeksi IHSG

Secara teknikal, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya yang dikutip pada Kamis, 16 April 2026 menyatakan IHSG masih menghadapi tantangan untuk melanjutkan tren penguatan. Level psikologis menjadi area penting yang perlu ditembus agar kenaikan berlanjut.
 
Dalam jangka pendek, IHSG berpotensi mengalami pullback dengan area gap menuju level 7.500 yang menjadi support terdekat.
 
Selain faktor teknikal, tekanan terhadap IHSG juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level di atas Rp17.100 per dolar AS. Kondisi ini memicu aliran dana keluar (capital outflow) dari pasar saham.
 
Di sisi lain, ketidakpastian global, termasuk belum tercapainya kesepakatan konflik Iran dan Amerika Serikat, turut membatasi ruang penguatan IHSG.
 
Dengan berbagai sentimen yang ada, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan fluktuatif. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global serta kondisi domestik sebelum mengambil keputusan investasi.
 
Meski dibuka menguat, potensi koreksi masih terbuka sehingga strategi yang hati-hati tetap diperlukan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan