Ilustrasi. Foto: AFP./Bay Ismoyo
Ilustrasi. Foto: AFP./Bay Ismoyo

IHSG Dibuka Menguat Hari Ini, Sentuh Level 7.750 di Awal Perdagangan

Annisa ayu artanti • 15 April 2026 09:46
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka menguat 74,95 poin atau 0,98 persen ke posisi 7.750,90
  • IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat menjadi 3,1 persen pada 2026 dan 3,2 persen pada 2027.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Rabu pagi. IHSG menguat mengikuti bursa kawasan Asia dan global, didorong oleh harapan pelaku pasar akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
 
IHSG dibuka menguat 74,95 poin atau 0,98 persen ke posisi 7.750,90. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,90 poin atau 1,03 persen ke posisi 772,22.
 
“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.700, maka IHSG diperkirakan berpeluang menguji di sekitar level 7.800. Namun, perlu mulai diwaspadai potensi profit taking dalam jangka pendek, mengingat kondisi IHSG yang sudah memasuki area overbought,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dilansir Antara, Rabu, 15 April 2026.

Dari perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah dihubungi oleh para pejabat Iran yang ingin membuat kesepakatan, serta menambahkan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
 
Sementara itu, Pakistan telah menawarkan untuk menjadi tuan rumah putaran kedua diskusi sebelum berakhirnya gencatan senjata. Selain itu, dilaporkan bahwa AS, Israel, dan Lebanon sepakat untuk memulai negosiasi langsung di AS.

Perang berimbas ke proyeksi ekonomi global

Dampak perang terhadap proyeksi ekonomi terlihat pada data global. Menurut proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia terbaru dari IMF, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan melambat menjadi 3,1 persen pada 2026, dan 3,2 persen pada 2027.
 
Setelah mampu mengatasi hambatan perdagangan yang lebih tinggi dan ketidakpastian yang meningkat tahun lalu, IMF menyatakan aktivitas global kini menghadapi ujian besar akibat pecahnya perang di Timur Tengah.
 
Selain itu, IMF menyatakan bahwa gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga minyak dan gas secara signifikan, dan berdampak langsung terhadap beban biaya impor terutama pada negara-negara berkembang.
 
Apabila konflik masih berlangsung berkepanjangan, IMF memperingatkan pertumbuhan ekonomi global berpeluang melemah hingga level 2 persen yang mengindikasikan kondisi resesi global. IMF juga memperingatkan risiko munculnya stagflasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan