Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Tips Mengelola Uang Pesangon dengan Bijak

Ekonomi Manulife
Gervin Nathaniel Purba • 13 Oktober 2020 11:59
Jakarta: Uang pesangon merupakan hak bagi para karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan.
 
Nilai pesangon setiap orang berbeda-beda. Biasanya dilihat berdasarkan masa kerja seseorang. Ada yang mendapatkannya dalam jumlah besar, namun tidak sedikit juga yang mendapatkannya dalam jumlah kecil.
 
Bagi yang mendapatkan uang pesangon dalam jumlah besar, terkadang tergoda untuk membeli barang yang sifatnya konsumtif, sehingga cepat habis. Ada baiknya jika uang tersebut dikelola secara bijak sembari menunggu kesempatan memperoleh pekerjaan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Director and Chief Alternate & EB Distributions Manulife IndonesiaKarjadi Pranoto memberikan sejumlah tips mengelola uang pesangon. Dia menjelaskan, ketika mendapatkan uang pesangon, sebaiknya segerakan untuk melunasi seluruh cicilan dan utang.
 
"Ketika kita sudah kena PHK, otomatis kita harus bisa menyesuaikan gaya hidupnya kita," ujar Karjadi, dalam program Do It: Dilema Setelah PHK, Metro TV, Sabtu, 10 Oktober 2020.
 
Setelah itu, sisa uang pesangon sebaiknya ditabung. Bisa juga dimasukkan ke deposito atau reksadana. Bunganya bisa bermanfaat pada kemudian hari.
 
Karjadi juga mengajak setiap orang yang baru mendapatkan pesangon untuk menyimpan uangnya dalam menyiasati berbagai risiko tak terduga yang bisa terjadi setiap saat. Terlebih pada masa pandemi covid-19 ini.
 
Dia juga mengajak setiap orang, khususnya yang terkena PHK untuk meningkatkan kreativitasnya sembari menunggu pekerjaan baru. Penambahan skill baru bisa menciptakan peluang untuk menambah pemasukan baru, bahkan lapangan pekerjaan baru.
 
Pada kesempatan yang sama, Psikolog Kassandra Putranto menyarankan mengelola uang pesangon secara bijak. Biasanya, orang yang baru mendapatkan uang pesangong merasakan euforia tinggi. Beberapa orang menggunakannya untuk membuka usaha.
 
"Tapi ada juga yang lebih agresif merasa saya bisa buka usaha. Padahal dari sisi pskilogisnya itu gak bisa. Jadi kami dari psikologis itu memberitahu atau menyadarkan bahwa mereka gak punya naluri seperti itu," kata Kassandra.
 
Kassandra menyarankan sebaiknya uang pesangon dialokasikan pada investasi dengan risiko yang rendah. Seperti deposito dan reksadana yang disebutkan Karjadi.
 
"Persoalannya bagaimana melatih diri sendiri untuk bukan hanya menabung uang, tapi juga menabung keterampilan," katanya.
 


 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif