PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang 2025.  Foto: Istimewa,
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang 2025. Foto: Istimewa,

DSNG Bukukan Laba Rp1,8 Triliun pada 2025, Tumbuh 60 Persen

Arif Wicaksono • 31 Maret 2026 10:18
Jakarta: PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang 2025. 
 
Emiten yang bergerak di sektor kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun, melonjak 60,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
 

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai Rp12,3 triliun atau naik 21,7 persen YoY.
 
Segmen kelapa sawit masih menjadi penopang utama kinerja DSNG dengan kontribusi sebesar 88 persen terhadap total pendapatan. Penjualan dari segmen ini tercatat Rp10,8 triliun, meningkat 23,5 persen secara tahunan.

Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) sebesar 13,2 persen menjadi Rp14.474 per kilogram. 
 
Selain itu, volume produksi CPO juga tumbuh 4,9 persen menjadi 631 ribu ton, diikuti produksi tandan buah segar (TBS) yang naik 3,8 persen menjadi 2,19 juta ton.
 
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan stabilitas harga CPO ditopang oleh terbatasnya pasokan global, terutama dari Indonesia dan Malaysia, serta kuatnya permintaan domestik seiring implementasi kebijakan biodiesel B40.
 
“Permintaan domestik yang kuat turut menjaga harga tetap stabil di tengah dinamika pasar global,” ujar dia.
 
Di luar bisnis utama, DSNG juga mencatatkan pertumbuhan pada segmen lainnya. Penjualan produk kayu mencapai Rp1,2 triliun atau naik 7,8 persen, didorong peningkatan volume penjualan panel kayu dan engineered flooring.
 
Sementara itu, segmen energi terbarukan mencatatkan pendapatan Rp226 miliar, meningkat dari Rp182,8 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh operasional penuh pabrik pelet kayu di Boyolali.
 
Dari sisi fundamental, total aset DSNG tercatat sebesar Rp17,6 triliun hingga akhir 2025, dengan ekuitas yang menguat menjadi Rp11,6 triliun seiring penurunan utang bank.
 
Atas kinerja tersebut, DSNG juga meraih sejumlah pengakuan di tingkat regional, termasuk masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 dan Forbes Asia’s Best Under a Billion.
 
Manajemen optimistis kinerja positif dapat terus berlanjut dengan menjaga disiplin operasional dan meningkatkan produktivitas di seluruh lini bisnis. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan